Wisata Jabar

Wisata Air Terjun Cijalu dan Cikondang di Subang




Aliran Sungai Cijalu dan Cikondang memberikan banyak berkah dan manfaat bagi warga desa. Baik untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari maupun untuk pertanian dan perkebunan. Termasuk jika Anda melewat jalan ke Cikondang, jalannya bagus. Itu sebagian didanai dari penghasilan objek wisata air terjun Cikondang dan Cijalu.

Air terjun Cikondang menjadi objek wisata utama yang banyak dikunjungi para wisatawan, baik dari Subang maupun kota lain di Jawa Barat. Tidak aneh jika infrastruktur jalan desa tersebut sangat mendukung kegiatan pariwisata. Selain air terjun Cikondang, di desa tersebut juga terdapat air terjun Cijalu. Hanya saja, akses menuju air terjun tersebut jarang terjamah oleh wisatawan sehingga dibutuhkan pemandu untuk mengunjunginya.

Sungai Cijalu  merupakan satu di antara sekian hulu Sungai Cilamaya, yang melintasi Kabupaten Subang, Purwakarta, dan Karawang, kemudian berhilir di Laut Jawa. Di musim kemarau, air Sungai Cijalu ini dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari warga desa tersebut, termasuk untuk pertanian dan perkebunan. Selain itu, di desa tersebut, terdapat dua objek pariwisata air terjun yang menyumbang besar terhadap ekonomi desa.

Di sekitar objek wisata air terjun Cipancar ini petugas pengelola bisa mengantarkan pengunjung ke lokasi air terjun Cijalu. Untuk menuju air terjun Cijalu ini, pengunjung harus menyusuri aliran sungai dari kampung Cipancar. Lama perjalanan sekitar 30 menit dengan jalan setapak serta mengikuti aliran air. Tutupan pohon pun sangat rindang sehingga sinar matahari tidak terlalu panas ketika menyusuri sungai Cijalu.

Sepanjang perjalanan menyusuri Sungai Cijalu, mata air banyak sekali ditemukan. Umumnya, mata air-mata air tersebut keluar dari dinding tebing dan rembesan dari jalan yang dilewati. Di hulu sungai, air terjun setinggi kira-kira 100 meter menjega di depan mata. Air yang jatuh menciptakan angin disertai buliran air sehingga terasa sejuk.

Air terjun yang jatuh dari ketinggian 100 meter tersebut kemudian tertampung dalam semacam kolam alami yang berdiameter 10 meter. Karena jarang terjamah oleh pengunjung, kolam itu terlihat sangat bersih dengan kondisi air yang bening. Air terjun Cijalu, yang juga merupakan hulu Sungai Cilamaya, begitu terasa eksotis karena air terjunnya belum terjamah oleh manusia.