Wisata Jabar

Daftar Kata-Kata Kasar dalam Bahasa Sunda dan Artinya

share to whatsapp



Contoh kata kasar bahasa Sunda

Garihal, artinya omongan yang kurang enak didengar. Itulah saat para penutur bahasa Sunda di zaman kiwari yang sepertinya sangat permisif menggunakan bahasa, baik kata maupun istilah, yang kasar. Memang semua bahasa di dunia punya ungkapan-ungkapan kasar sebagai pelepasan emosi maupun ekspresi

Dalam bahasa Sunda, penggunaan bahasa kasar punya aturan-aturan tertentu. Jadi tak sembarang situasi bisa digunakan. Di antaranya saat acara formal, bicara dengan orang yang lebih tua, ataupun dengan orang yang baru dikenal. Penggunaan bahasa kasar ini ada tingkatan dan menyesuaikan situasi. Di antaranya orang yang diajak bicara harus benar-benar sangat dekat. Konteks lainnya biasa dipergunakan dalam situasi banyolan atau heureuy. Saat situasi heureuy atau humor, memang paling pas dengan bahasa loma (akrab) atau kadang kasar.

Nah, bagi kamu yang sehari-hari biasa menggunakan bahasa Sunda kasar, mungkin akan lebih pas dilarapkeun saat situasi penuh keakraban dengan teman sabaya. Namun lihat juga situasi, jangan sampai orang lain yang ada di sekililing merasakan kegarihalan ucapan kamu.

Namun, kadang juga kata-kata atau istilah kasar dalam bahasa Sunda yang digunakan kurang dimengerti oleh si penutur. Nu penting mah asal jeplak saja. Biar lebih tahu apa saja arti kata-kata kasar dalam Bahasa Sunda, berikut ini beberapa contoh dan maknanya:

1. Kéhéd
Pernah booming jadi trade mark sebuah kaos distro. Lalu apa sebenarnya arti kata "kéhéd" itu sendiri. Dalam Kamus Basa Sunda R. Satjadibrata, "kéhéd" mengandung arti 'sirit' alias alat kel*min lelaki. Dalam konteks penggunaan kata ini biasanya kalo sudah kesal atau marah banget: "Kéhéd téh siah wani nipu ka aing?!"

2. Belegug, artinya tidak tahu tatakrama.
3. Goblog, artinya tuli.
4. Bebel, bagian kepala alat kel*min lelaki.
5. Anjing, biasa variasi jadi ajirajiganying, atau anyir.
6. Monyét, biasa variasi jadi kunyuk.
7. Gélo, artinya gila.
8. Eusleum, rada gila.
9. Jurig, artinya hantu.
10. Boloho, artinya bodoh.
11. Koplok, kondisi telinga anjing yang menjuntai.
12. Sia, sebutan 'kamu' bahasa kasar.
13. Bagong, artinya babi hutan.
14. Bangkawarah, artinya orang yang kurang ajar. (bangkar = tiada hasil, warah = pengajaran)
15. Bebengok, kata kasar 'wajah'.
16. Bodo = bodoh
17. Teu gableg cedo, artinya tak punya pertimbangan antara baik dan buruk.

------
Kumpulan artikel Belajar Bahasa Sunda lainnya LIHAT DI SINI


share to whatsapp