Wisata Jabar

Mengenal Huruf Vokal dalam Bahasa Sunda

share to whatsapp



Huruf Vokal Bahasa Sunda

Bahasa Sunda adalah sebuah bahasa dari cabang Melayu-Polinesia dalam rumpun bahasa Austronesia. Bahasa ini dituturkan oleh setidaknya 42 juta orang dan merupakan bahasa Ibu dengan penutur terbanyak kedua di Indonesia setelah Bahasa Jawa .

Bahasa Sunda merupakan salah satu bahasa yang sulit untuk dipelajari. Bahasa Sunda dipelajari karena penulisannya yang relatif rumit dan Bahasa Sunda merupakan bahasa yang unik dengan tingkatan-tingkatan berbahasa, atau lebih dikenal dengan istilah undak-usuk yang nyaris tidak dimiliki oleh bahasa lain.

Saat ini, bahasa Sunda ditulis dengan abjad latin. Bahasa Sunda memiliki lima huruf vokal murni, yaitu a, i, u, é, o, serta dua vokal netral yaitu, e pepet dan eu. Konsonan bahasa Sunda terdiri dari 18 fonem, yaitu p, b, t, d, k, g, c, j, h, ng, ny, m, n, s, w, l, r, dan y. Kesulitan para pendatang berbicara bahasa Sunda adalah ketika melafalkan suara eu. Misalnya, untuk mengucapkan "Cicaheum", para pendatang sering mengucapkan eu dengan e pepet sehingga bunyinya menjadi "Cicahem", tanpa "u".

Khusus untuk penggunaan huruf vokal eu, cara pengucapannya dengan sedikit mengangkat dagu ke atas seperti si Cepot bicara. Buat belajar membedakan vokal eé, dan eu dalam bahasa Sunda berikut contoh kosakatanya:

e:
kembang (bunga)
sentak (bentak)
sendal (sandal)
geroan (panggil)
jero (dalam)
kelom (sandal kelom)
tembang (lagu)
sembah (sembah)
degung (gamelan)
tepak (tepuk)

é:
létah (lidah)
léntah (lintah)
awéwé (perempuan)
béré (beri)
sémah (tamu)
ménta (minta)
lélét (lambat)
nénjo (melihat)
épés méér (penakut)
béca (becak)

eu:
beureum (merah)
peuyeum (tapai/tape)
seuneu (api)
leungeun (tangan)
leungit (hilang)
pileuleuyan (selamat tinggal)
peureum (menutup mata)
beunta (membuka mata)
cueuceuleukeuteukan (tertawa kecil bersama)
geuleuh (benci)
jeujeur (pancingan ikan)
beuleum (bakar)


share to whatsapp