Skip to main content

Reaktivasi Jalur Kereta Api Cibatu - Garut, Geliat Potensi Wisata Priangan Timur


PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali melakukan pengecekan progres sekaligus pengujian jalur reaktivasi Cibatu-Garut pada Rabu (19/2/2020). Kali ini peninjauan dilakukan bersama Bupati Garut Rudi Gunawan menggunakan Kereta Inspeksi 4 yang meliputi peninjauan Stasiun Cibatu, Stasiun Pasirjengkol, Stasiun Wanaraja, dan Stasiun Garut.

Rudy Gunawan berharap jalur KA Cibatu-Garut bisa segera dioperasikan untuk umum dalam waktu dekat. Pihaknya sangat mengapresiasi usaha KAI dalam mereaktivasi jalur tersebut yang merupakan salah satu proyek strategis nasional. Ia pun menyebut bahwa ini merupakan kado terindah bagi warga Garut yang baru saja merayakan hari jadinya pada 16 Februari lalu.

"Tentunya kami sangat berterima kasih kepada KAI. Ini adalah kado manis untuk warga Garut di ulang tahun kami yang ke-207 ini," kata Rudy.

Menurut Rudy, pihaknya akan mengajak KAI untuk menyulap stasiun Garut menjadi stasiun megah di Indonesia.

"Ke depannya akan kami perbaiki dan dipercantik. Untuk sementara stasiun lama akan dioptimalkan dulu," katanya.

Senada dengan Bupati Garut, Dirut KAI Edi Sukmoro mengatakan bahwa Stasiun Garut akan dikembangkan menjadi stasiun yang lengkap. Stasiun Garut akan terdiri dari dua bangunan utama yaitu sisi utara dan selatan dengan bangunan tiga lantai. Selain itu, akan terdapat juga masjid berukuran besar, hotel, bangunan multi fungsi, cafe, menara pandang, dan fasilitas penunjang lainnya.

"Di Stasiun Garut nantinya juga akan disediakan Pojok UMKM untuk membantu para pengusaha kecil di sekitar stasiun dalam memasarkan produk lokal mereka," tambah Edi Sukmoro.

Jalur KA Cibatu-Garut awalnya diresmikan tahun 1889 dan merupakan bagian penting dari sejarah Kabupaten Garut itu sendiri. Selain untuk angkutan barang, dulunya jalur ini digunakan oleh angkutan penumpang seperti wisatawan asal Eropa yang ingin berlibur di wilayah Garut.

“Hal ini menunjukkan dengan dioperasikannya kembali jalur ini akan bermanfaat bagi perekonomian di wilayah Garut dan sekitarnya yang memang dari dulu sudah dikenal akan potensi wisatanya,” ujar Edi.

Ia menjelaskan, pengecekan jalur reaktivasi Cibatu-Garut ini untuk memastikan perkembangan terakhir proyek reaktivasi dimana sudah hampir seluruhnya selesai. KAI juga telah beberapa kali menguji kekuatan jalur agar aman saat dilalui oleh kereta api.

Proses uji coba jalur kali ini juga disambut antusias oleh warga Garut. Ratusan pelajar Garut turun ke sekitar jalur kereta dan bersorak gembira saat kereta datang.
Dalam kesempatan yang sama KAI juga memberikan 300 paket alat tulis kepada anak-anak sekolah di beberapa titik jalur reaktivasi Cibatu-Garut.

Rudy, menyebutkan selama ini wilayah Kabupaten Garut banyak dinilai orang memiliki keindahan alam yang luar biasa. Ia juga mengaku, sepanjang perjalanan menggunakan kereta dari Stasiun Cibatu, Stasiun Pasirjengkol, Stasiun Wanaraja, hingga Stasiun Garut banyak disuguhkan pemandangan indah berupa kebun jeruk, sawah, dan pegunungan yang masih alami.

"Tentunya kami berharap kereta ini sebagai bagian untuk menggerakan perekonomian. Kami sangat yakin ini akan berpengaruh (mengembangkan potensi ekonomi)," ucapnya.