Wisata Jabar

Lomba Desain Cenderamata dan Rebranding Khas Jawa Barat



Lomba cenderamata Jawa Barat

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan lomba desain cenderamata khas Jawa Barat. Melalui lomba ini diharapkan dapat membuka khasanah baru dibidang  kerajinan Jawa Barat yang memiliki kekhasan dalam wujud produk dan visualnya.

Diharapkan, pemenang dari lomba dapat menghasilkan jenis cinderamata khas Jawa Barat yang dapat menjadi buah tangan bagi di berbagai objek wisata, bandara, galeri seni, pusat perbelanjaan, dan tempat-tempat strategis lainnya.

Berikut ini informasi cara dan jadwal pendaftaran lomba desain cenderamata khas Jawa Barat:

1. Jadwal pendaftaran
Pendaftaran lomba sudah mulai dibuka sejak tanggal 28 Oktober sampai dengan 27 November.

2. Hadiah
Para pemenang lomba akan mendapatkan total hadiah sebesar Rp45 juta untuk tiga orang pemenang.

3. Cara mengikuti lomba
Informasi dan syarat pendaftaran lebih lanjut, dapat diperoleh di Instagram Dekranasda Jabar (@jabardekranasda) atau melalui tautan, bit.ly/cinderamatajabarjuara.

4. Penyerahan karya
Untuk informasi lebih lanjut maupun peserta ingin menyerahkan hasil karya peserta dalam bentuk gambar sebelum diserahkan dalam bentuk fisik, dapat melalui email ke dekranasdajabar.lomba@gmail.com , dan follow akun Dekranasda Jabar serta Humas Jabar.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya menyebut Kerajinan Jawa Barat yang beragam dan kaya, namun masih perlu mencari ke-khasan yang dapat membangun karakter Jawa Barat secara khusus. Hal tersebut dikemukakan Atalia  pada kegiatan Jabar Punya Informasi (Japri), di Area Taman Barat Gedung Sate, Senin (05/11/2018).

Lomba Rebranding
Terkait Lomba Rebranding, atau Penamaan Gedung dan Produk Khas Jawa Barat, Ketua Dekranasda menyebutkan bahwa pemberian nama pada bangunan-bangunan institusi, seperti gedung-gedung area publik, di kampus perguruan tinggi, ruang kuliah, ruang laboratorium, dan lain-lain, penting sebagai penanda identitas sekaligus penguatan visi dan misi institusi.

Atalia memandang, suatu ruang ”publik” merupakan etalase bagi produk kriya tangan Jawa Barat sangat penting untuk mendukung program pemerintah, diantaranya sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha kerajinan Jawa Barat.

Karena, geliat dan dinamika dalam sektor pariwisata, gastronomi, serta kegiatan seni dan budaya dapat mengakses dan berkolaborasi dengan produk kriya tangan Jawa Barat yang sudah tersohor dalam satu tempat terpadu.

Berdasarkan hal tersebut, lanjut Atalia, maka perlu dilakukan suatu kegiatan untuk menemukan dan membangkitkan fungsi estetik ruang ”publik” Gedung Dewan Kerajinan Nasional-Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat, yaitu dengan mengadakan sayembara rebranding penamaan gedung  Dekranasda dan juga produk khas provinsi Jawa Barat.

Atalia berharap, dengan penamaan baru bagi Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah Jawa Barat, diharapkan akan mempromosikan dan memaksimalkan fungsi gedung sebagai tempat (Placemaking) yang memiliki pendekatan multifaceted untuk perencanaan, kriya, desain, manajemen ruang publik, aset, inspirasi, dan potensi produk kerajinan khas Jawa Barat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Provinsi Jawa Barat, Arifin Soedjayana, mengungkap, sejak kepengurusan baru, sesuai harapan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Dekranasda Jabar akan "ngabret". Artinya akan banyak program, dan target yang dikejar.

"Baru dilantik, sudah ada 'seabreg' kegiatan yang dilakukan," katanya.

Arifin berharap, keberadaan Dekranasda, dapat mengembangkan pengrajin di Jawa Barat lebih berjaya, lagu terangkat martabatnya, dan bahkan hingga "go internasional".

Terkait lomba, ataupun sayembara yang digelar, Arifin mengaku pihaknya sangat terbuka untuk menerima karya dari masyarakat Jawa Barat.