Wisata Jabar

Curug Wangun, Pesona Keindahan Wisata Alam di Tanjungsiang Subang




Potensi wisata di Kabupaten Subang terus digarap, kebanyakan dengan pola swadaya masyarkat. Salah satu destinasi wisata alam yang kini mulai dilirik para wisatawan adalah Curug Wangun. Air terjun ini ketinggian sekitar 150 meter dengan empat tingkatan. Curug Wangun berlokasi di Kampung Citombe, Desa Buniara, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Curug ini resmi dibuka kembali pada Minggu, 1 April 2018.

Wisata alam nan eksotis ini dikelola oleh kelompok penggerak wisata Kab. Subang bekerja sama dengan penduduk setempat. Beberapa fasilitas penunjang telah dan sebagian sedang dibenahi.Curug Wangun sendiri berada di balik tebing dan hutan. Kehadiran tempat wisata alam Subang yang sudah dibenahi ini kini jadi magnet wisatawan terutama para kaum muda yang sengaja mengabadikan keindahan sekitar curug. Nama curug ini pun semakin terangkat dengan banyaknya netizen yang mengunggah foto-fotonya di media sosial.

Bila Anda ingin menjajal jarambah ke tempat wisata alam ini, dari Kota Subang ditempuh sekitar 1 jam perjalanan hingga sampai di lokasi parkiran di Dusun Wangun. Tepatnya hanya sekitar 4 KM dari pasar Tanjungsiang Subang untuk bisa sampai ke area parkir motor, lalu jalan kaki sekira 30 menit untuk bisa mencapai lokasi curug.

Untuk ke lokasi tempat wisata alam ini, Anda bisa menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi. Setelah berada di lokasi, pengunjung cukup membayar tiket Rp6.000 (sudah termasuk asuransi kecelakaan). Selanjutnya, pengunjung berjalan kaki melewati rerimbunan pohon-pohon khas hutan alami. Akses jalan menuju Curug Ciwangun telah dibeton. Juga telah ada jembatan bambu.

Curug Wangun terbentuk bukan secara alami dimana awalnya curug ini tidak terlalu besar airnya kecil. Namun atas inisiatif salah seorang warga dibuat lebih besar untuk kepentingan pengairan/irigasi sawah di sekitar lokasi. Maka, curug tersebut diberi nama Curug Wangun (Wangun dalam bahasa Sunda = bangun) yang memang dibangun untuk kepentingan pengairan sawah di Desa Buniara.

Air terjun ini sebenarnya sudah pernah dibuka tahun 2005 lalu, namun kemudian sempat tidak terurus. Kemudian pada Oktober 2017 lalu, warga masyarakat bersama Kompepar berinisiatif membuka kembali lokasi wisata tersebut. Air terjun ini kini menjadi salah satu destinasi wisata yang dikelola oleh Perhutani KPH Bandung Utara di Kabupaten Subang. Sebelumnya, Perhutani juga telah membuka curug Cijalu, Cileat, Cibareubeuy, dan Bukit Palasari.

Curug Wangun tersebut masih akan terus dikembangkan bekerjasama dengan berbagai pihak. Beberapa fasilitas dan sumber daya lain akan dikembangkan, diantaranya wahana wisata edukasi, oleh-oleh produk gula aren, dan ikan kolam deras juga spot-spot untuk pengunjung berfoto selfie.


share to whatsapp