Wisata Jabar

Wisata Sambil Ziarah ke Situ Sangiang, Majalengka




Konon, menurut kepercayaan setempat, ikan-ikan di Situ Sangiang adalah jelmaan para prajurit Talaga Manggung. Ikan-ikan yang mati di Situ Sangiang pun biasa dikebumikan layaknya manusia. Selain itu, pengunjung pun tidak boleh mengganggu kelestarian alam di sini, misalnya merusak pohon. Kawasan wisata Situ Sangiang kini sudah dikelola dengan baik oleh pihak Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Aneka fasilitas tersedia di sini, salah satunya semacam dermaga kayu yang biasa jadi spot menarik untuk memandang luas ke area danau juga ada rumah pohon. Tempat ini pun kini ramai oleh pengunjung yang ingin mengabadikan keindahan alam Situ Sangiang ataupun mereka yang hobi selfie.

Destinasi Wisata Favorit Majalengka
Namun, seiring berkembangnya Majalengka sebagai salah satu destinasi wisata, Situ Sangiang sekarang ini banyak dikunjungi oleh wisatawan, khususnya yang ingin ziarah atau mereka yang suka touring. Tak heran, tempat ini kini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Majalengka.

Sementara bagi yang berminat wisata ziarah, puncak keramaian yang ziarah biasanya pada bulan Maulud. Pada tersebut biasanya pengunjung berziarah ke makam Sunan Parung (Prabu Pucuk Umun) dimana makamnya berada di samping Situ Sangiang.

Memang, selain menyajikan keindahan dan kesejukan alam, kawasan Situ Sangiang pun masih kuat dengan unsur mistis. Keberadaan Situ Sangiang berhubungan erat dengan kisah Kerajaan Talaga Manggung. Kerajaan ini berdiria Abad XV yang didirikan Sunan Talaga Manggung yang merupakan anak Ajiguna Linggawisesa (1333-1340) dari Galuh Kawali, Ciamis. Tak heran jika tempat ini selain objek wisata juga sebagai tempat penziarahan.

Akses Jalan Mulus
Letak Situ Sangiang tidak terlalu jauh dari pusat kota Majalengka (sekitar 30 kilometean yang dapat ditempuh 45 menitan). Lokasi persisnya berada di Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran, Majalengka. Kawasan tempat ziarah ini terletak pada ketinggian tanah antara 600-800 m. Ketinggian tanah terendah berada di Desa Banjaran dan tertinggi di Desa Sangiang. Sementara jalur ke Situ Sangiang pun jalannya sudah beraspal namun sayangnya belum ada angkutan umum. Bagi Anda yang sedang berkunjung ke Majalengka dan membawa kendaraan pribadi, objek wisata ziarah ini bisa coba disambangi.

Total luas Situ Sangiang mencapai 26,4 hektar dan termasuk area Taman Nasional Gunung Ciremai. Saat sampai di area Situ Sangiang, pengunjung membayar biaya retribusi Rp10.000 (dapat berubah sewaktu-waktu). Kita akan melewati beberapa gerbang dimana di tiap pintu gerbang, ada kotak amal yang bisa diisi suka rela untuk menyumbang para juru kunci.

Pantangan di Area Situ Sangiang
Di area Situ ada makam Sunan Parung dan kita akan melihat pelataran di Situ Sangiang. Sementara sepanjang jalan ada papan peringatan larangan untuk memetik atau mengambil bagian dari pohon besar, tidak masuk ke sembarangan tempat tanpa seizin/didampingi kuncen, dan juga ada pohon Nunuk yang tidak boleh diambil kulit pohonnya.

Saat sampai di danau, ada papan pengumuman dimana pengunjung tidak diperbolehkan berenang. Larangan lainnya yakni jangan membuang sampah sembarangan, memancing, menyalakan api unggun, atau mencorat-coret segala fasilitas yang ada. Ya, inilah tempat wisata yang sangat kental dengan kisah legenda dan beberapa pantangan pun sampai sekarang masih dipegang teguh oleh penduduk sekitar sini.

Di Situ Sangiang, pengunjung bisa merasakan keheningan di alam terbuka sambil memandangi jernihnya air. Di Situ Sangiang terdapat ribuan ikan mas, mujaer, dan lele. Di sekelilingnya dihiasi dengan pohon-pohon besar.