Wisata Jabar

Contoh Kata Kerja dalam Bahasa Sunda Berdasarkan Awalan dan Konfiks


contoh kata kerja dalam bahasa sunda

Dalam bahasa Sunda dapat membedakan kata-kata berikut; kata kerja, kata benda, kata bilangan, kata ganti, kata bilangan, kata ganti, kata tambahan, kata depan, kata sambung, dan kata seru. Dalam bahasa Sunda kata kerja mempunyai kedudukan utama bukan hanya perananya dalam kalimat, melainkan juga karena kekayaan bentuk-bentuknya.

Kata kerja dalam dua jenis, yaitu kata kerja dasar dan kata kerja turunan. Yang terdiri atas kata kerja aktif dan kata kerja pasif. Pembentukan kata kerja yang paling penting dan paling biasa dalam
bahasa Sunda dengan nasalisasi yang memberikan akivitas tertinggi pada sebuah kata yang biasa didapatkan oleh kata kerja.

Terdapat empat bunyi sengau seperti n, ny, m, ng,(nga) yang disebut bunyi sengau gigi (dental), bunyi sengau bibir (labial), bunyi sengau langit-langit (palatal), dan bunyi sengau langit-langit lunak (velar). Bunyi-bunyi ini menggantikan bunyi-bunyi permulaan kata dasar atau juga ditempatkan
sebelum bunyi itu, sehingga bunyi sengau yang digunakan sesuai sifatnya dengan bunyi awal kata asal yang bersangkutan.

1. Contoh kata kerja bahasa Sunda dengan awalan ng-
Pembentukan awalan ng- dapat membentuk kata kerja. Bunyi yang dimulai dengan vokal atau
konsonan mendapat bunyi sengau ng-. Pada kata yang dimulai dengan vokal, bunyi sengau itu bersatu dengan vokal. Pada kata yang dimulai dengan k, bunyi ini berubah menjadi ng-.

Contoh:
Ngaca ‘mengaca’
awalan ng- + kata dasar kaca
Ngadék ‘membacok’
awalan ng- + kata dasar kadék
Ngubur ‘mengubur’
awalan ng- + kata dasar kubur
Ngomong ‘berbicara’
awalan ng- + kata dasar omong
Nganjang ‘berkunjung’
awalan ng- + kata dasar anjang
Ngimpi ‘bermimpi’
awalan ng- + kata dasar impi
Ngumbar ‘mengumbar’
awalan ng- + kata dasar umbar
Ngawin ‘menikah’
awalan ng- + kata dasar kawin
Ngendog ‘bertelur’
awalan ng- + kata dasar endog

2. Contoh kata kerja bahasa Sunda dengan awalan nga-
Dari pembentukan kata kerja yang berawalan nga- didapatkan kata dasar mendapat bunyi nga-di depannya sehingga bunyi pada kata dasar tersebut dimasukkan ke dalam bunyi-bunyi kerongkongan, di mana bentuk dengan nga- memiliki aktivitas yang kuat.

Contoh:
Ngalawan ‘melawan’
awalan nga- + kata dasar lawan
Ngaliang ‘masuk ke lobang’
awalan nga- + kata dasar liang
Ngalamun ‘melamun’
awalan nga- + kata dasar lamun
Ngawarung ‘berjualan di warung’
awalan nga- + kata dasar warung
Ngaruksak ‘merusak’
awalan nga- + kata dasar ruksak
Ngahormat ‘menghormati’
awalan nga- + kata dasar hormat
Ngaharep ‘menghadap’
awalan nga- + kata dasar harep
Ngarédok ‘membuat karedok/pecel’
awalan nga- + kata dasar karédok
Ngarebut ‘merebut’
awalan nga- + kata dasar rebut
Ngariung ‘berkumpul’
awalan nga- + kata dasar riung

3. Contoh kata kerja bahasa Sunda dengan konfiks di- + -an
Pada pembentukan beberapa kata yang mendapatkan imbuhan di- terlihat bahwa kata dasar tersebut berubah menjadi bentuk kata kerja pasif. Awalan di- menggantikan huruf sengau atau bunyi sengau dan konsonan awal yang hilang karena adanya bunyi sengau itu muncul kembali.

Contoh:
Diwedakan ‘dibedakin’
konfiks di-, -an + kata dasar wedak
Dipageran ‘dipagari’
konfiks di-, -an + kata dasar pager
Dimusuhan ‘dimusuhi’
konfiks di-, -an + kata dasar musuh
Direuwasan ‘dikageti’
konfiks di-, -an + kata dasar reuwas
Diragragan ‘dijatuhi’
konfiks di-, -an + kata dasar ragrag
Diuseupan ‘dipancingi’
konfiks di-, -an + kata dasar useup
Digulaan ‘ditambah gula’
konfiks di-, -an + kata dasar gula
Dipulsaan ‘diisi pulsa’
konfiks di-, -an + kata dasar pulsa
Diomongan diomongin
konfiks di-, -an + kata dasar omong
Dicucukan ‘diberi duri’
konfiks di-, -an + kata dasar cucuk
Dihargaan ‘dihargai’
konfiks di-, -an + kata dasar harga

4. Contoh kata kerja bahasa Sunda dengan konfiks di- + -keun
Pada pembentukan kata kerja yang mendapatkan konfik di-, keun pada dasarnya merupakan bentuk kata kerja pasif, menunjukan bahwa seseorang atau sesuatu mengalami sesuatu meskipun tidak selalu disebutkan atau dimengerti. Dalam bentuk pasif ini objeklah yang mengalami tindakan pelengkapnya.

Contoh:
Diajarkeun ‘diajarkan’
konfiks di-, keun- + kata dasar ajar
Diayakeun ‘diadakan’
konfiks di-, keun- + kata dasar aya
Didéngékan ‘didengarkan’
konfiks di-, keun- + kata dasar déngé
Dilempengkeun ‘diluruskan’
konfiks di-, keun- + kata dasar lempeng
Dianggeskeun ‘diselesaikan’
konfiks di-, keun- + kata dasar angges
Ditalikeun ‘diikatkan’
konfiks di-, keun- + kata dasar tali
Diantepkeun ‘didiamkan’
konfiks di-, keun- + kata dasar antep
Dikiceupkeun ‘dikedipkan’
konfiks di-, keun- + kata dasar kiceup
Dibabétkeun ‘dilemparkan’
konfiks di-, keun- + kata dasar babét
Diulinkeun ‘dimainkan’
konfiks di-, keun- + kata dasar ulin

5. Contoh kata kerja bahasa Sunda dengan konfiks nga- + -keun
Pada pembentukan beberapa kata kerja  yang mendapatkan konfik nga- dan keun- terlihat bahwa kata
tersebut merupakan bentukan kata kerja aktif di mana bentuk nga- merupakan bunyi sengau yang memiliki aktivitas yang lebih kuat, dan penambahan akhiran –keun pada dasarnya menjadi kausatif untuk memperkuat kata dasar yang mengikutinya.

Contoh:
Ngalakukeun ‘melakukan’
konfiks nga-, -keun + kata dasar laku
Ngabawakeun ‘membawakan’
konfiks nga-, -keun + kata dasar bawa
Nganyahokeun ‘memberitahu’
konfiks nga-, -keun + kata dasar nyaho
Ngabubarkeun‘membubarkan’
konfiks nga-, -keun + kata dasar bubar
Ngabalanjakeun ‘membelanjakan’
konfiks nga-, -keun + kata dasar belanja
Ngalieurkeun ‘bikin pusing’
konfiks nga-, -keun + kata dasar lieur
Ngahaneutkeun ‘menghangatkan’
konfiks nga-, -keun + kata dasar haneut
Ngaberesihkeun ‘membersihkan’
konfik nga-, -keun + kata dasar beresih
Ngadatangkeun ‘mendatangkan’
konfiks nga-, -keun + kata dasar datang
Ngagantungkeun ‘menggantungkan’
konfiks nga-, -keun + kata dasar gantung

------
Kumpulan artikel Belajar Bahasa Sunda lainnya LIHAT DI SINI