Wisata Jabar

Tradisi Ngubek Leuwi Cipasarangan, Garut



Garut Selatan menyimpan potensi wisata alam yang memesona. Di kawasan ini aneka objek wisata menyajikan pesona alam yang luar biasa. Di sini ada Pantai Sayang Heulang, Santolo, Rancabuaya, juga tempat lainnya: Hutan Sancang, Guha Lalay, Gunung Geder, Taman Manalusu, hingga sungai-sungai jernih yang menuju muara ke lautan. Salah satunya adalah Sungai Cipasarangan.

Sungai Cipasarangan membelah Kampung Adat Dukuh dimana sungai ini bermuara ke Samudera Hindia. Dilihat dari sejarahnya masyarakat adat Dukuh  memiliki hak ulayat atau wilayah adat yang mempunyai batas sebagai berikut : pada sebelah utara dibatasi oleh Gunung Ragas (haur duni Istilah masyarakat lokalnya), sebelah selatan dibatasi oleh laut kidul (Pantai selatan), sebelah barat dibatasi oleh Sungai Cimangke, dan sebelah timur dibatasi oleh sungai Cipasarangan. Batas-batas ini kemudian secara administratif dijadikan batas Desa Cijambe.

Masuk Agenda Festival
Ada satu tradisi unik yang digelar setiap tahun yakni Ngubek Leuwi Cipasarangan. "Ngubek Leuwi" di wilayah Cikelet, Garut ini yakni kegiatan mencari ikan oleh masyarakat secara bersama-sama di sungai. Kegiatan yang telah berlangsung sejak 2010 ini sekarang ini masuk dalam agenda Festival Cipasarangan. Festival ini merupakan kegiatan tahunan yang rutin dilaksanakan dengan mengusung dan menyajikan  pentas seni budaya serta berbagai keaifan lokal yang tumbuh dan berkembang di wilayah kecamatan Cikelet.

Festival Seni dan Budaya Cikelet ini dinamai Festival Cipasaranga. Sungai Cipasarangan melintasi Kecamatan Cekelet yang secara kebetulan kegiatan festival seni dan budaya ini sendiri digelar di dekat sungai tersebut. Selain menampilkan berbagai kreativitas seni dan budaya khas kecamatan Cikelet  seperti “Kontes Bebegig”, juga tradisi “ngubek leuwi” dan acara seru lainnya juga digelar disini. Tujuan diadakannya kegiatan ini  untuk melestarikan agar seni dan budaya yang ada di Kecamatan Cikelet.

Kegiatan ngubek leuwi sendiri biasa dilaksanakan dua hari setelah Lebaran. Ada beberapa tempat yang dijadikan area untuk menangkap ikan ini, antara lain: Leuwi Cikelet, Leuwi Hauri, Leuwi Peti, Leuwi Pentongan, Leuwi Taneuh, dan Leuwi Tarikolot.  Di tempat-tempat tersebut, tiga bulan sebelumnya biasa ditebar benih-benih ikan mas, tawes, nilem, dan sebagainya. Kegiatan ini bertujuan bukan hanya melestarikan tradisi namun juga sebagai upaya pelestarian lingkungan, mempererat persatuan warga, juga sebagai event wisata.