Wisata Jabar

Ridwan Kamil Akan Sulap Sungai Kalimalang Jadi Destinasi Wisata



Revitalisasi Sungai Kalimalang Bekasi

Warga Kota Bekasi tercinta, minggu depan sudah dimulai desain dan perencanaan revitalisasi Kali Malang. Semoga bisa sekeren Sungai Cheyonggyecheon di Seoul. Itulah postingan di akun Instagram Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Rabu (12/09/2018).

Menurut Imam Malik. anggota tim sinkronisasi Ridwan Kamil wilayah Bogor-Depok-Bekasi (Bodebek), bahwa ide revitalisasi Kalimalang Bekasi menjadi destinasi wisata air berasal dari aspirasi masyarakat Bekasi saat kampanye Pilgub Jabar dulu.

Sama seperti tempat-tempat ruang publik di Bandung, kawasan Kalimalang tersebut akan menjadi lokasi nongkrong yang asik dan keren bagi warga Bekasi seperti halnya Teras Cikapundung atau Taman Sungai Cikapayang. Tentunya pula, dengan disulapnya jalur Kalimalang ini bakal menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Akan jadi seperti Sungai Cheonggyecheon di Seoul
Konsep revitalisasi seperti Sungai Cheonggyecheon di Seoul itu datang sendiri dari Ridwan Kamil. Kang Emil (sapaan akrabnya) melihat Kalimalang punya potensi jadi destinasi warga Bekasi. Keindahan Sungai Cheong­gyecheon juga menginspirasi Presiden Joko Widodo.

Pada hari ketiga berada di Seoul, Korea Selatan, Selasa (11/9), Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana sempat berjalan kaki bersama peserta Korea-Indonesia (KIND) Meet Up menuju Plaza Cheonggyecheon. Dimulai pukul 07.30 waktu setempat, Presiden dan Ibu Iriana bersama peserta jalan kaki melewati underpass integrasi stasiun kereta api bawah tanah dengan pertokoan.

Dan di penghujung jalan sebelum menyusuri tepi sungai, Presiden disambut Wali Kota Seoul, Park Won-Soon. Melihat kebersihan sungai di tengah kota tersebut, Presiden berharap bisa menjadi inspirasi untuk sungai Ciliwung di Jakarta. Seperti diketahui, tahun 2003 sungai Cheonggyecheon juga sama seperti Ciliwung dan dengan waktu 2 tahun 3 bulan sangat bersih sekali seperti zaman dahulu kala.

Profil Sungai Kalimalang
Sungai Kalimalang sendiri panjangnya 70 kilometer. Sedangkan Air Kalimalang bersumber dari Waduk Jatiluhur di Purwakarta. Bagian hulu Kalimalang terletak di percabangan Bendungan Curug di Kabupaten Karawang. Bendungan curug ini terbagi menjadi dua saluran induk irigasi, yakni Tarum Barat dan Tarum Timur. Sungai Kalimalang termasuk ke dalam saluran air Tarum Barat yang mengaliri air ke Bekasi hingga Jakarta Timur. Saluran air Kalimalang berawal dari Kabupaten Karawang hingga Jakarta Timur yang panjangnya diperkirakan mencapai 70 kilometer.

Pada era Orde Baru (sekitar tahun '70-an), Sungai Kalimalah dijadikan.sumber pengairan pertanian atau saluran irigasi pertanian. Waktu itu di Bekasi masih area persawahannya. Kalimalang pun biasa diolah untuk menjadi air minum. Karena makin ke sini Bekasi kian jadi daerah industri sehingga tak lagi banyak sawah. Fungsinya pada berbalik 70 persen itu airnya menjadi bahan baku air minum dan 30 persennya menjadi pengairan persawahan. Sampai kini, Kalimalang masih digunakan PDAM untuk diolah menjadi air minum dan dikonsumsi oleh masyarakat Bekasi, Jakarta, dan sekitarnya.

Dibenahi di era SBY
Lalu pada era pemerintahan SBY,  Sungai Kalimalang pernah direvitalisasi. Revitalisasi dilakukan agar aliran air dari waduk Jatiluhur yang disalurkan melalui sungai Kalimalang tidak tercampur dengan air kiriman Bogor melalui Kali Bekasi yang sudah tercemar dengan limbah domestik dan limbah pabrik. Revitalisasi yang dilakukan pada era kepresidenan SBY yakni dengan pengadaan siphon (bangunan yang membawa air melewati bawah saluran lain) yang diletakkan di dekat Jalan M Hasibuan.

Siphon tersebut dibuat di bawah aliran Kali Bekasi dan mengalirkan air dari Waduk Jatiluhur melalui Sungai Kalimalang menuju Jakarta Timur sehingga air di Sungai Kalimalang tidak tercampur dengan air kiriman Bogor melalui Kali Bekasi.