Wisata Jabar

Inilah Empat Jalur Kereta Api di Jabar yang Akan Diaktifkan Kembali



Sejarah jalur kereta api Jawa Barat

Sejarah kereta api di Jawa Barat tak dapat dilepaskan dari perkembangan wilayah ini. Dulu pada zaman kolonial, kehadiran jalur kereta api sangat membantu konektivitas antarwilayah. Selain itu, tentunya juga sebagai sarana transportasi pengiriman hasil perkebunan milik Belanda. Ada beberapa jalur kereta api yang akhirnya harus mati suri. Namun wacana untuk membuka kembali jalur kereta api kembali mengemuka.

Dilansir dair Humas Pemprov Jabar, PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah memfokuskan kembali rencana reaktivasi jalur kereta api di Jawa Barat. Ada empat jalur yang akan dihidupkan kembali diantaranya jalur ini akan mencakup rute:
1. Banjar-Cijulang-Pangandaran-Parigi
2. Garut-Cikajang
3. Cikudapateuh Bandung-Banjaran-Ciwidey
4. Rancaekek-Tanjungsari.

Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil menilai, reaktivasi jalur kereta dipandang menguntungkan bagi masyarakat karena ada kemudahan transportasi. Menurutnya, daerah-daerah yang dilalui lajur kereta api dinilai bisa tumbuh perekonomiannya karena ada pergerakan orang dan barang, dengan aksesbilitas yang semakin mudah dan tentunya mendukung sektor wisata.

Hal ini terungkap usai pertemuan pihaknya dengan direktur PT. KAI beserta jajarannya, di Gedung Sate Kota Bandung, Rabu (12/9/18).   Disamping itu, Emil, sapaan akrabnya, ingin juga dibangun stasiun-stasiun baru di titik- titik wisata, perumahan, ataupun di titik- titik keramaian, untuk memecah kepadatan.

"Saya ingin mengembalikan budaya naik kereta. Saya ingin Jawa Barat seperti Eropa, masyarakat kemana- mana bisa naik kereta karena nyaman dan terintegerasi," harap Emil.

Proyek reaktivasi ini pun diharapkan mampu selesai, dan dapat langsung terintegerasi dengan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, mengatakan, rencana reaktivasi membutuhkan dukungan dari Pemprov Jabar. Khususnya, dalam hal penertiban warga yang tinggal di sekitaran rel yang sudah bertahun- tahun tidak aktif itu. Adapun PT KAI akan fokus pada persiapan operasional.

“Dari empat ini, kami akan evaluasi mana yang paling mungkin dilakukan secepatnya. Dari empat itu jalur mana yang lebih akomodatif membantu masyarakat, baik untuk mengangkut orang maupun barang, seperti misalnya hasil bumi,” jelas Edi. (Humas Pemprov Jabar)