Wisata Jabar

Panenjoan, Spot Selfie Paling Ngehits di Purwakarta





Bila Majalengka punya terasering Panyaweuyan atau Kab. Bandung dengan Tebing Keraton di Dago atau Puncak Bintang di Cimenyan; Purwakarta punya wisata alam Panenjoan. Inilah lokasi wisata pemandangan alam yang instragamable pisan. Tempat wisata ini makin menyedot perhatian wisatawan yang melancong ke Purwakarta. Apalagi setelah fasilitas di tempat wisata ini dibenahi dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi pun turut mempromosikannya di media sosial.

Tempat wisata yang mulai ngehits di Instagram ini terletak di Kampung Cinangka, Desa Sindang Panon, Kec. Bojong, Kab. Purwakarta. Pemandangan perkebunan teh yang dikelola PT Karti Wana Raya tersebut kian menyedot perhatian para wisatawan. Sesuai dengan namanya, panénjoan yang dalam bahasa Sunda berarti 'tempat memandang' (asal kata nénjo = melihat/memandang).

Sementara di kawasan ini pun terdapat wisata ziarah yang selalu ramai setiap malam Jum’at yaitu Makam Syaikh Daka atau terkenal dengan sebutan Syaikh Serepong yang merupakan adik dari Syaikh Dako Rancadarah Purwakarta. Panenjoan sendiri jaraknya kurang lebih 17 km dari pusat kota Purwakarta. Lokasi wisata ini kian jadi primadona wisatawan yang mengabadikan keindahannya dengan kamera. Tak heran, bila tempat ini kian jadi favorit sebagai spot selfie, terutama para kawula muda.

Para pengunjung dapat menyaksikan keindahan alam tersebt di balkon-balkon khusus yang disediakan pihak pengelola. Di spot khusus tersebut dibangun dari bahan kayu dengan ukuran kurang lebih tiga meter yang dapat menampung 40 orang. Dari spot tersebut, para pengunjung dapat menghadap ke arah barat dan barat laut. Di sinilah para pengunjung bisa menyaksikan matahari terbenam.

Rute ke Panenjoan, Purwakarta
Untuk ke tempat wisata Panenjoan terbilang tidak sulit. Dari Purwakarta ambil rute ke daerah Wanayasa - Bojong dan di perempatan ambil arah kanan ke daerah Desa Sindang Panon (kurang lebih 2 km). Untuk parkir pun terbilang nyaman. Anda bisa memarkirkan kendaraan di dekat pabrik teh.

Setelah memarkirkan kendaraan, tinggal jalan kaki kurang lebih 200 meter. Untuk tiketnya sendiri hanya Rp5000 ditambah biaya parkir mobil Rp5000 dan motor Rp2000. Tempat ini biasa buka dari pukul 9 pagi sampai magrib, untuk wisatawan bisa melihat pemandangan sunset alias panonpoé surup (matahari terbenam)