Wisata Jabar

Ekowisata Hutan Mangrove di Pantai Karangsong, Indramayu





Dengan penanda berupa plang tulisan ala Hollywood, Pantai Karangsong menjadi tempat wisata unik yang ada di Kab. Indramayu, Jawa Barat. Tulisan  dengan tinggi sekitar 2 meter ini berwarna jingga, kontras dengan latar belakang hutan mangrove yang hijau. Di spot ini pula menjadi salah latar yang biasa dijadikan tempat selfie para wisatawan. Destinasi wisata hutan mangrove dibuka pada 14 Juni 2015 lalu.

Daya tarik unggulan Pantai Karangsong adalah menjelajah di ke hutan mangrove. Inilah kegiatan edukasi para wisatawan saat berkunjung ke Pantai Karangsong. Untuk berwisata menyusuri hutan bakau ini, pengunjung bisa menggunakan perahu atau berjalan kaki di area lintasan jembatan kayu yang sudah disediakan pihak pengelola. Saat akan menjelajah menyusuri lintasan, di depannya tertulis plang "Selamat Datang di track Ekowsiata Mangrove Karangsong".

Dukungan CSR Pertamina
Pantai dengan konsep ekowisata ini, sejak 2010 mendapat dukungan dari PT Pertamina. Hutan mangrove tersebut mulai dirawat sejak tahun 2008 dan berbenah menjadi ekowisata melalui progam CSR Pertamina RU VI Balongan yang dimulai dari tahun 2010 hingga 2014 serta dikelola oleh masyarakat lokal melalui kelompok Tani Lestari.

Pada 2010 dilakukan penanaman 5000 bibit mangrove, lalu pada 2012 penanaman 10.000 bibit mangrove, dan pada 2015 dilakukan penanaman 1000 bibit diantarany. Adapun sekarang, diperkirakan ada lebih dari 50.000 mangrove di kawasan ini dengan bibit yang tumbuh dengan sendirinya.

Harus Menyeberang dengan Perahu
Sementara untuk menuju kawasan mangrove Karangsong, pengunjung harus menyeberangi Sungai Praja Gumiwang. Di sini tersedia layanan perahu untuk pengunjung menyeberangi sungai. Perjalanan dengan perahu dapat ditempuh selama kurang lebih 5 menit. Pengunjung berangkat dari sisi selatan sungai menuju seberang, lalu memasuki kanal sodetan.

Petualangan selama di hutan mangrove, jika menggunakan jalur lintas, pengunjung akan berjalan di trek jembatan kayu sepanjang kurang lebih 1.200 meter. Jalur ini melingkar, masuk ke huta mangrove, hamparan pantai, lalu masuk kembali ke hutan mangrove. Untuk tiket wisata hutan mangrove di pantai ini, retribusinya Rp15.000 saja, harga tiket bisa berubah sewaktu-waktu. Adapun batas waktu kunjungan ke hutan mangrove tersebut sampai pukul 18.00 WIB.

Kegiatan lain yang bisa dilakukan wisatawan di Pantai di pesisir utara Pulau Jawa ini adalah memancing. Adapun karakteristik ombaknya landai,  berpasir cokelat bercampur lumpur sehingga kurang cocok untuk bermain snorkeling atau pun menyelam walau lautnya cukup tenang. Namun jangan khawatir, para wisatawan biasanya bertolak dari Pantai Karangsong ke Pantai Biawak untuk snorkeling, diving, dan berenang. Pantai Biawak jaraknya sekitar 40 kilometer dari Pantai Karangsong.

Rute ke Pantai Karangsong
Adapun untuk rute ka Pantai Karangsong, dari bundaran Kijang, Indramayu ke arah utara menuju Desa Karangsong. Silakan ikuti terus jalan desa hingga mentok ke ujung dan nanti ada gapura dengan tulisan "Selamat Datang di Wisata Pantai Song Indah Desa Karangsong".

Hutan mangrove di Pantai Karangsong ini pada 2015 lalu dijadikan mangrove center untuk wilayah Barat Indonesia. Pencanangan ini diresmikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya, saat kegiatan Karangsong Mangrove Festival pada 14 Juni 2015.

Musala Perahu
Keunikan lain di Pantai Karangsong, adalah adanya musala berbentuk perahu. Letak perahu mushola ini berada di pinggir jalan yang searah ketika akan mengunjungi Pantai Karangsong. Persisnya setelah melewati tempat pelelangan ikan (TPI) di mana musala perahu tersebut berada di sebelah kanan.