Wisata Jabar

Curug Rahong, Objek Wisata Nan Alami di Cigudeg, Kabupaten Bogor





Tempat wisata di Kabupaten Bogor ini dikenal dengan nama Curug Rahong dan ada juga yang menyebutnya Curug Grahong. Nama Curug Rahong pun di daerah lain ada di Cisewu, Garut Selatan. Air terjun di Bogor barat ini kian hari kian ngehits di kalangan wisatawan. Tak heran jika tempat wisata ini semakin trending di media sosial. Siapa yang tak akan tertarik dengan tempat wisata yang memiliki panorama air terjun yang sangat indah ini. Tempat wisata ini

Selain area di sekitar air terjun masih sangat alami dan menyajikan keindahan alam, biaya masuknya pun terhitung murah meriah. Tempat wisata Curug Cirahong ini terletak di Kampung Kedaung, Desa Rengasjajar, Kec. Cigudeg, Kab. Bogor. Lokasinya berjarak 30 km (sekitar 1 jam perjalanan) dari kota Bogor atau 60 km (sekitar 2 jam waktu tempuh) dari Kota Tangerang.

Untuk menuju ke tempat wisata ini dapat masuk dari Bogor melalui jalur Jasinga atau dari Tangerang melalui Parung Panjang.  Bila masuk dari arah Tangerang kondisi jalnnya rusak parah dan berdebu, karena jalan ini tiap hari dilewati truk-truk besar pengangkut batu dan pasir.

Rute ke Curug Rahong Cigudeg, Kabupaten Bogor
Perjalanan menuju Curug Rahong, dekat perbatasan dengan Banten, lumayan mudah diakses dari Jakarta yakni sekitar 2 jam. Untuk rutenya,  dari Bogor ke arah Ciampea – Leuwiliang – Cigudeg – Gua Gedawang – Lebak Wangi – Sidomanik – Kampung Kedaung. Sementara jika dari Tangerang ke arah Legok – Parung Panjang – Lebak Wangi – Sidamanik – Kampung Kedaung.  Jalur alternatif lain dari Tangerang yakni ke arah BSD – Serpong – Kelapa Nunggal – Cisauk – Rumpin – Maloko – Sidomanik – Kampung Kedaung.

Dengan ketinggian sekitar 15 meter, Curug Cirahong mencurahkan air di antara bebatuan runcing yang menyembul ke permukaan. Dinding curug ini dihiasi bebatuan granit berwarna hitam hasil pembentukan lelehan leher panas. Sementara di bawah air terjun menghampar kolam alam yang arusnya ke aliran sungai yang juga tak kalah menarik untuk berbasah-basahan. Namun, sangat disarankan saat di tempat ini untuk selalu hati-hati karena bebatuan licin. Begitu pula saat musim hujan, harap diperhatikan kalau-kalau ada banjir bandang.

Curug Rahong yang memiliki ketinggian sekitar 15 meter, mencurahkan air di antara bebatuan runcing yang menyembul ke permukaan. Sepintas pandang bebatuan itu seakan memanggil untuk didaki, tetapi sesungguhnya ancaman bahaya sudah mengintai dan siap memakan korban. Di bawah air terjun menghampar kolam alam yang juga seakan mengundang rasa ingin mandi dan berenang. Namun, sikap kehati-hatian terhadap wilayah hutan liar yang baru saya datangi, menahan rasa ingin mandi untuk menikmati kejernihan dan dingin air Curug Rahong. Sebab, saya masih menduga dibalik kebeningan air tersimpan ancaman bawah air yang amat berbahaya