Wisata Jabar

Situ Cilembang, Primadona Baru Wisata Alam di Sumedang




Ada fenomena baru dalam dunia kepariwisataan di Indonesia --atau mungkin di dunia?-- yaitu peran serta media sosial dalam memperkenalkan setiap objek wisata. Bila berhasil menarik perhatian netizen dan menjadi trending topic, maka bisa dipastikan jumlah kunjungan ke sebuah lokasi akan meningkat tajam. Para wisatawan seolah "berlomba-lomba" menjadi yang pertama mengunjungi sebuah objek wisata dan membuktikan kebenaran kata-kata "sahabatnya" di dunia maya.

Salah satu tempat yang saat ini ketiban pulung mendapat "anugerah" dari bentuk baru pemasaran ini adalah Situ Cilembang di Desa Hariang, Kec. Buahdua, Kab. Sumedang. Berkat perbincangan yang intens di media sosial, jumlah kunjungan wisatawan ke tempat ini pun meningkat. Tempat ini disejajarkan dengan Langsung Saja Ke Labuan Cermin Kalimantan. Tempat ini kadang disebut juga Sirah Cilembang, Situ Cilembang, atau Danau Biru Hariang Cilembang.

Beningnya Air Situ Cilembang
Keindahan Situ Cilembang terletak pada airnya yang berwarna biru seperti terkena cat seorang pelukis yang tidak sengaja tumpah. Namun, sebenarnya warna sejati Situ Cilembang adalah jernih bersih. Warna biru situ mungil ini merupakan pantulan warna langit yang diterjemahkan secara sempurna oleh air Situ Cilembang yang sama sekali belum terkontaminasi.

Tak mengherankan kalau air situ ini sangat bersih karena pada dasarnya tempat ini adalah sebuah mata air yang merupakan sumber air bagi warga sekitar. Karena itu, para pengunjung dilarang keras untuk turun dan menceburkan ke situ sedalam tiga meter ini agar airnya tidak tercemar. Aturan lainnya yang harus Anda perhatikan adalah jangan berkunjung ke mata air ini pada hari Selasa dan Jumat.

Sebagai tempat yang potensial untuk mendongkrak potensi wisata, Situ Cilembang tentu saja berada di bawah pengawasan Pemerintah Kabupaten Sumedang. Ada wacana tempat ini akan dibuka sebagai salah satu objek wisata unggulan Kota Tahu, karena jumlah kunjungan wisatawan mencapai ratusan orang setiap hari. Oleh karena itu, selain telah membangun jalan beton sepanjang 300 meter pada 2012, Pemkab Sumedang pun akan menata kawasan ini agar memenuhi tujuh hal yang harus dimiliki objek wisata, yaitu tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, aman, dan memberikan kesan mendalam.

Satu hal yang harus segera diantisipasi dari sekarang sebelum terlambat, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan jangan sampai merusak keadaan lingkungan Situ Cilembang yang merupakan mata air yang jumlahnya semakin berkurang di negeri kita. Dengan demikian, kehadiran tempat wisata primadona baru yang sedang trending ini diharapkan tidak menimbulkan gejolak sosial, seperti: pencemaran air oleh pengunjung; dipakai tempat berenang; atau budaya selfie yang tidak tahu tatakrama lingkungan dan dampak sosial.

Sebagai sebuah objek wisata yang baru dikenal, memang tidak ada tarif khusus untuk masuk ke Situ Cilembang. Saat ini yang ditarik hanyalah tarif parkir kendaraan para wisatawan sebesar Rp 2.000.

Rute ke Situ Cilembang, Sumedang
Untuk Anda yang berasal dari Bandung atau Jakarta, bisa mencapai situ itu dengan terlebih dulu menuju ke Kota Sumedang. Bila belum tahu rute ke Kota Tahu itu, ambillah rute melalui Tol Padaleunyi dan keuar dari pintu Tol Cileunyi. Kemudian arahkan kendaraan Anda ke Jatinangor, lalu Tanjungsari, terus hingga melewati Cadas Pangeran yang legendaris dan akhirnya tiba di Kota Sumedang.

Rute lainnya yang bisa diambil bila Anda berasal dari Bandung dan membawa sepeda motor, yaitu melalui Jl. Soekarno-Hatta, lalu ke Bundaran Cibiru, terus lanjut ke Cileunyi, Jatinangor, Tanjungsari, lalu Sumedang.

Dari Sumedang, perjalanan dilanjutkan menyusuri Jalan Raya Bandung-Cirebon, kemudian belok kiri  menyusuri Jalan Cimalaka. Rute-rute yang harus Anda tempuh selanjutnya setelah Jl. Cimalaka adalah Jl. Tanjungkerta, Cigarukgak, lalu Desa Hariang, Kec. Buahdua, Kab. Sumedang. Jarak yang harus Anda taklukkan dari Bandung ke Situ Cilembang kurang lebih 80-90 kilometer dengan medan jalan yang bervariasi. Waktu yang harus Anda tempuh dari Bandung tanpa memperhitungkan kemacetan sekitar 3-4 jam. Anda tertarik?