Wisata Jabar

Inilah Program Ridwan Kamil untuk Mengembangkan Wisata Jawa Barat



Ridwan Kamil Wisata Jabar

Sektor pariwisata menjadi salah satu garapan penting Gubernur Baru Jawa Barat, Ridwan Kamil. Kang Emil (panggilan akrabnya) memandang potensi pariwisata Jawa Barat adalah lokomotif dari perekonomian. Baginya, pariwisata Jawa Barat adalah harta karun yang ada di depan mata dan belum digarap secara optimal.

Ridwan Kamil berencana membagi pembangunan pariwisata menjadi 3 tipe, di antaranya:

1. Akses ke tempat wisata
Ia menamakan program ini dengan "Pariwisata Selfie Ekonomi". Ridwan Kamil juga memberi contoh, satu bukit kecil di sebuah desa di Kuningan, yang memberikan tarif Rp 10.000 untuk selfie. Kang Emil mengungkapkan dari wisata selfie, desa tersebut bisa mendapatkan potensi Rp 1,5 miliar pendapatan untuk desa.

2.  Revitalisasi kawasan wisata
Hal ini dilakukan dengan memperbaiki danau dan memperbaiki sungai. Itu butuh waktu mungkin sekitar setahunan.

3. Investasi skala besar
Nantinya, kawasan ini memiliki kumpulan hotel yang berjejer layaknya Nusa Dua Bali. Salah satunya Jatigede di Sumedang. Kang Emil menambahkan bahwa kombinasi memperbanyak akses ke destinasi, kemudian merevitalisasi kawasan, dan investasi skala besar adalah caranya untuk membangkitkan pariwisata.

Dalam kampanyenya bersama Wagub Uu Ruzhanul ulum dulu, salah satu programnya tertuang dalam WAJIT atau Pariwisata Jitu. Dimana pasangan ini akan mewujudkan program satu kabupaten/kota satu tujuan wisata. Baik itu wisata alam ataupun wisata buatan. Nantinya pemerintah provinsi akan mendukung penguatan akses infrastruktur dan promosi, serta mendorong lahirnya bisnis baru dan pariwisata, serta membuka lapangan pekerjaan baru.

Masih berhubungan dengan wisata, untuk mendukung produktivitas warga Jabar, Ridwan Kamil akan mengusung program OPAK (One Product at One Kampung), RINDU akan menghadirkan satu desa menghasilkan satu produk yang dapat dipasarkan di seluruh Jawa Barat, Indonesia, bahkan dunia.

Dengan majunya wisata daerah-daerah di Jawa Barat, akan menimbulkan manfaat lanjutan salah satunya hadirnya lapangan pekerjaan. Ridwan Kamil mengusunya dalam konsep LAJA adalah singkatan dari Lapangan Pekerjaan. Pasangan Rindu berkomitmen untuk membuka seluas-luasnya kesempatan kerja untuk berbagai latar belakang pendidikan dengan mendorong dibukanya industri padat karya, lahirnya wirausaha baru dan kemudahan berbisnis bagi UMKM.