Wisata Jabar

Matasora World Music Festival, Kolaborasi Musisi Nusantara dan Mancanegara



Puluhan musisi lokal, nasional, dan internasional, seperti Colin Bass (Inggris), Pattrick Shaw Iversen (Norwegia), Shri Sriram (India), Electric Fields (Australia) Fade To Blue (Taiwan), Gamelan Shock Breaker ((Norwegia/Indonesia), Ramkhamhaeng (Thailand), Yawri (Ecuador) Gilles Saissi and Persahabatan (Perancis) dan musisi dari Indonesia seperti Samba Sunda, Kuaetnika, Kunokini dan Svaraliane, Trah, Cakrawala Mandala Dwipantara, Grace Sahertian, Parahyena, Seratus Persen, Littlelute, Rubah di Selatan dan Balaruna, berkolaborasi mengalunkan musik dan tari di Gudang Persediaan PT KAI Jalan Sukabumi, Kota Bandung, mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.

Dalam acara ini hadir Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Asdep Personal Wawan Gunawan.

Matasora yang dirancang untuk meningkatkan dialog multikultural, diskusi terkait pariwisata serta membuka pemikiran tentang keberagaman budaya melalui musik ini sukses mendatangkan turis mancanegara disamping lebih dari 1000 wisatawan Nusantara yang ikut larut dalam kemeriahan festival musik ini.

Festival musik yang digelar 22 - 23 Juli 2017 ini diproyeksikan untuk membuka hati dan pikiran pengunjung tentang keragaman budaya dunia melalui musik, sebagai salah satu bahasa perekat.  Selain itu, di Festival ini juga ada program menarik lainnya seperti workshop music, tari dan kesenian, Film Screening, Food Culinary Bazaar, Talkshow, Art Instalation. Serta Zona Edukasi Anak.

Adapun yang membedakan Matasora World Music Festival dengan festival lainya adalah karakter di world music ini lebih menampilkan unsur lokal dan tradisi. Berbeda dengan festival yang selama ini ada dengan menampilkan konsep pop.