Wisata Jabar

Majalengka Mengintip Peluang Wisata dari Pembangunan BIJB



Groundbreaking pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Majalengka, Jawa Barat, yang rencananya dilakukan Desember 2015 ini, tidak bisa dipungkiri merupakan peluang yang sangat besar bagi perkembangan Majalengka dan daerah lainnya yang disebut Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan).

Seperti yang pernah diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, beberapa waktu lalu, bahwa pembangunan BIJB diharapkan dapat menumbuhkan perekonomian di kawasan Priangan Timur, sehingga pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat tidak jomplang lagi. Pemerataan pertumbuhan ekonomi diperlukan agar bisa bersaing di tingkat internasional.

BIJB dan Pengaruh Kesejahteraan Masyarakat
Dengan hadirnya BIJB, kesejahteraan masyarakat Majalengka seharusnya bisa meningkat karena akan meningkatkan peluang bisnis dan industri dari kemudahan transportasi. Apalagi dengan dibukanya tol terintegrasi seperti Tol Cipali dan yang rencananya akan dibangun, yaitu Tol Cisumdajati (Cileunyi, Sumedang, Kertajati), banyak pelaku usaha dan pemilik modal yang akan memanfaatkan ini dengan menanamkan uangnya di Majalengka dengan membangun pusat-pusat perekonomian seperti pusat perbelanjaan dan hotel.

Dunia pariwisata dan kuliner pun diyakini akan terdongkrak dengan pembangunan bandara internasional ini. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Majalengka harus segera bertindak dengan membenahi objek-objek wisata yang dimilikinya.

Majalengka memiliki sejumlah spot wisata yang layak dikembangkan, namun selama ini tidak begitu menarik wisatawan karena belum dikelola secara optimal. Wilayah ini memiliki objek wisata air terjun yang banyak bertebaran. Antara lain air terjun Muara Jaya di Desa Argalingga Kecamatan Argapura.

Ada juga tempat wisata Curug Sempong di Desa Sidamukti Kecamatan Majalengka, Curug Cipeuteuy di Desa Bantaragung Kecamatan Sindangwangi, Curug Pelangi di Desa Sukadana Kecamatan Argapura, Curug Emas di Desa Talaga Kulon Kecamatan Talaga, Curug Cibali di Desa Cikondang Kecamatan Cingambul, Curug Tapak Kuda di Desa Sadawangi Kecamatan Lemahsugih Kabupaten Majalengka.

Potensi wisata lainnya yang bisa menjadi peluang adalah upacara adat Pareresan yang biasa digelar warga menyambut musim tanam. Ritual adat ini bisa menjadi agenda yang menarik kunjungan wisatawan. Di bidang seni, sebagai daerah yang dekat dengan Cirebon, Majalengka pun mengenal tari topeng beber, lalu ada sampyong, gaok, sintren, ngalaksa, dan lain-lain.

Di bidang kuliner, Kota Angin pun memiliki beberapa penganan yang pantas dikedepankan, seperti kecap majalengka, mangga gedong cau, nasi lengko, gula cakar, dan lain-lain.

Dituntut Mengembangkan Potensi Wisata
Semua potensi itu memang harus dimanfaatkan dan dikelola dengan baik sehingga bisa menjadi peluang bagi pertumbuhan pariwisata di Majalengka. Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Majalengka, harus ditangkap sebagai momentum untuk mengembangkan semua potensi daerah sehingga mendatangkan keuntungan dan kesejahteraan bagi warga Majalengka.

Jangan sampai hal itu diabaikan dan justru dimanfaatkan oleh orang-orang dan pengusaha-pengusaha dari luar daerah. Akan sangat ironis dan mengenaskan bila masyarakat Majalengka hanya menjadi penonton di tengah gairah perkembangan yang pesat seiring dengan akan segera dibangunnya Bandara Internasional Jawa Barat.