Wisata Jabar

Meriahnya Sarung Iket Topeng (Saket) Festival Purwakarta 2015



Gelik suara suling sunda menandai event yang digelar malam itu. Bau dan asap dupa sebagai ritual "mohon izin" kepada karuhun menandai dibukanya atraksi seni-budaya Sarung Iket Topeng (Saket) Festival Purwakarta 2015 pada Sabtu malam, 15 Agustus 2015. Kemudian, sembilan penari muda-mudi yang mengenakan kampret dan kebaya khas Sunda liukan tubuhnya dengan gemulai. Gerak kaki para penari melangkah rancak ke kiri dan ke kanan mengikuti suara tabahuan perkusi gamelan Sunda yang mengiringinya.

Ribuan para peserta festival khususnya peserta laki-laki memakai pakaian kampret, sarung, iket dan topeng. Tak ketinggalan peserta perempuan berkebaya putih, memakai sarung, kerudung. dan topeng serta hihid (kipas terbuat dari kulit dan daging bambu). Lautan massa bergerak dari lokasi patung egrang menuju panggung kehormatan di depan gedung kembar Nakula-Sadewa di Jalan Singawinata. Festival topeng pun dihadiri oleh aktor sinetron yangs sedang naik daun, Matt Drajat alias Kang Komar. Ia pun memakai topeng dan sarung.

Goyang Maranggi
Puncak kemeriahan Saket Festival Purwakarta 2015 berlangsung di depan panggung kehormatan. Di tempat itu, setiap rombongan peserta diwajibkan mempertontonkan atraksi goyang maranggi sambil menyanyikan lagu tentang sate maranggi yang merupakan asli Purwakarta. Kang Komar dan Irma Hutabarat yang berada di atas panggung, ikut bergoyang maranggi sambil sesekali menyantap sate maranggi dan ketan bakar yang disuguhkan untuk para peserta festival.

Menurut Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, Saket Festival tersebut akan dilangsungkan setiap tahun. Perhelatan itu dirangkai dengan agenda tahunan pesta peringan Hari Jadi Kota dan Kabupaten Purwakarta yang dirayakan sejak Juli hingga Agustus. Acara Saket tersebut juga mendapatkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan kategori peserta terbanyak yang menggunakan topeng turun ke jalan.