Wisata Jabar

Wisata Sungai, Gua, dan Air Terjun di Green Canyon Majalengka




Sebagai kota yang siap menjadi bagian dari jalur transportasi internasional,  Majalengka terus berbenah dalam bidang wisata. Potensi inilah yang di masa depan bisa menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat. Bandar Udara Internasional Kertajati atau juga dikenal Bandar Udara Internasional Jawa Barat ini luas keseluruhannya 5000 ha. Bandar udara ini dibangun untuk menggantikan Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara di Bandung, tetapi juga melayani daerah di sekitar Cirebon.

Geliat wisata Majalengka kini mulai terlihat ke permukaan. Fenomena wisata terasering Panyaeuwyan Argapura menjadi salah satu contohnya. Namun, potensi wisata alam di Majalengka pun masih banyak dan satu per satu mulai makin dikenal para turis.

Selain terasering Panyaweuyan, Argapura, ada juga wisata lain di antaranya: Situ Sangiang, Area Paralayang Munjul, Curug Muarajaya, Curug Sawer, Hutan Pinus Cipanten, Curug Berod, Hutan Bambu Cikaracak, dan Taman Dinosaurus. Satu lagi yang diproyeksikan makin ngehots yakni wisata ngarai hijau alias Green Canyon versi Majalengka. Selama ini, green canyon dikenal di Sungai Cijulang Pangandaran dan satu lagi di Karawang.

Mirip Green Canyon Cijulang
Berlokasi di Desa Sukadana Kecamatan Argapura ini mempunyai aliran air yang mirip "saudaranya" di Cijulang, Pangandaran. Di sini, ngarai batu memajang (sekira 1 km) dimana di bawahnya mengalir air  aliran Sungai Cilongkrang. Ngarai hijau ini  jaraknya sekitar 16 kilometer dari kota Majalengka.Tempat wisata alam ini dikenal juga dengan Gua Lalay. Di balik keindahannya, tempat ini menyimpan legenda tentang ular sang penunggu gua. Lokasi wisata  nan indah ini berada di kaki Gunung Ciremai berjarak sekitar 2 kilometer dari Kecamatan Argapura

Penemuan Gua Lalay ini mulai ditemukan ketika para penambang batu membuka jalur untuk penambangan. Tipikal tempat wisata ini punya adanya batu-batu yang mengapit sungai dengan air berwarna hijau.  tebing batu yang berada di kanan dan kiri terlihat cantik yang bentuknya seperti ukiran berbentuk kotak-kotak kecil.

Selain itu, suhu di sekitar sini sangat dingin, karena suasananya seperti di dalam gua. Dimana, dua tebing yang mengapit sungai Cilongkrang  ketinggiannya lebih dari 20 meter. Bedanya dengan Green Canyon Cijulang, di sini ada "bonus" dengan terdapat Curug Pelangi yang memang benar-benar menampakkan rupa pelangi dari jatuhan air yang terkena cahaya matahari.

Rute ke Gua Lalay/Green Canyon Majalengka
Untuk ke lokasi green canyon Majalengka, bisa menggunakan kendaraan roda empat ataupun. Jika naik angkutan umum elf  "Rukun Wargi" turun saja di terminal Maja, lanjut naik ojek menuju arah Argalingga. Jalan untuk mencapai Green Canyon ini sangat curam dan terjal. Hanya ada jalan setapak di pinggir tebing yang curam yang hanya ada tangga bambu.

Saat perjalanan ke arah Gua Lalay, kita melewati rumah warga, jalan setapak, dan area perkebunan warga. Lalu bertambah menyenangkan ketika menuju medan perjalan terakhir yang lumayan membuat pengunjung bisa degdegan. Melewati jalan di antara batuan yang tidak terpakai, tentu saja itu sangat licin dan perlu kehati-hatian serta keberanian. Anda akan merasakan sensasi berjalan di kemiringan 80 derajat dan tidak ada tangga.

Namun, saat berada di sini, harap berhati-hati, apalagi saat musim hujan karena datangnya air bah sulit diprediksi. Selain itu, saat biasa pun aliran airnya termasuk deras.

Rute lengkap ke Gua Lalay/Green Canyon Majalengka adalah sebagai berikut:
1. Majalengka Kota – Pasar Maja = 15 menit, dari pasar Maja, belok kiri ke arah Argalingga/Apuy
 2. Pasar Maja – Desa Sukadana(Sebelum Kecamatan Argalingga) = 15menit, dari sini nanya saja ke warga setempat, soalnya belum ada petunjuk arah menuju Gua Lalay. Untuk parkir bisa di halaman rumah warga setempat. Jarak dari area parkir ke Gua Lalay  bisa jalan kaki sekitar 10 - 15 menit (2 km) melalui jalan setapak.