Wisata Jabar

Per 6 Juni, Wisata di Kabupaten Bandung Rencana Mulai Dibuka Bertahap


wisata kawah putih ciwidey

Tempat-tempat wisata di Kabupaten Bandung merupakan salah satu destinasi favorit bagi para pelancong. Sebut saja kawasan Ciwidey dan sekitarnya di Bandung Selatan yang kerap jadi magnet wisatawan. Selama masa pandemi Covid-19 beberapa bulan terakhir ini, tempat-tempat wisata alam di Kab. Bandung seakan mati suri.

Dibuka bertahap dan simulasi dulu
Kini, kabar baiknya bagi para wisatawan,  Pemkab Bandung berencana akan mulai membuka wisata kembali jika tidak ada halangan mulai 6 Juni 2020. Namun pembukaan tempat-tempat wisata tersebut tidak akan serentak, alias secara bertahap dan sistem uji coba (pilot project). Disparbud Kab. Bandung sendiri akan melakukan simulasi di objek wisata dengan menyiapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pembukaan di tanggal tersebut pun bergantung hasil evaluasi Gubernur. Evaluasi tersebut meliputi sebaran covid-19 dalam satu pekan kedepan. Jika terjadi lonjakan kasus dengan sebaran yang luas, pembukaan industri pariwisata dimungkinkan akan kembali ditunda.

Saat ini kondisi pariwisata di Kabupaten Bandung sedang dalam tahapan recovery atau pemulihan. Berdasarkan pantauan di media sosial Instagram, malah ada beberapa tempat wisata di Kab. Bandung yang sudah membuka tempat wisatanya dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Harus mengikuti protokol kesehatan
Hal tersebut sebagai bagian dari adaptai kenormalan baru di mana Kabupaten Bandung sendiri secara resmi tidak akan memperpanjang PSBB Parsial. Namun, dalam pelaksanaannya ada beberapa syarat yang harus diterapkan agar wisata bisa dibuka pada 6 Juni. Saat tempat wisata resmi dibuka ada beberapa protokol kesehatan yang harus diterapkan. Itu agar dapat menghindari penularan virus Corona di tempat wisata.

Sesuai dengan pedoman standar pencegahan virus Corona, tempat-tempat wisata di Kabupaten Bandung pun harus secara ketat mengikuti protokol kesehatan. Protokol kesehatan tersebut di antaranya adanya pembatasan 30 persen jumlah pengunjung yang datang ke tempat wisata tersebut. Dan tidak boleh bergerombol seperti rombongan yang bereuni. Pembatasan jumlah kunjungan, antrean dan waktu kunjungan juga akan dilakukan di objek wisata, agar tidak ada terlalu banyak kerumunan dalam satu tempat

Pengelola tempat wisata akan membuat perjanjian terkait penerapan protokol kesehatan dengan Gugus Tugas Kabupaten Bandung. Dalam perjanjian tersebut, tempat wisata wajib menyediakan peralatan kesehatan yang menunjang agar tidak terjadinya penularan virus Corona. Dalam hal ini dengan menyediakan pengukur suhu tubuh, menyediakan masker, hand sanitizer dan melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala.