Wisata Jabar

Inilah Konsep Penataan 10 Tempat Wisata Strategis di Jawa Barat



10 wisata strategis jawa barat

Tahun 2019 akan ada 40 proyek strategis Gubernur Jawa Barat yang akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur dan kepariwisataan. Dalam sektor pariwisata Jawa Barta, proyek yang akan disegerakan itu diantaranya, revitalisasi Kalimalang, Waduk Darma, Pantai Pangandaran, Situ Bagendit, Situ Ciburuy, Alun-alun Cirebon, Alun-alun Sumedang, Alun-alun Tasikmalaya, Alun-alun Sukabumi, Gunung Padang. Estimasi anggarannya mencapai Rp 1,5 Triliun.

Terkait lelang proyeknya ada evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri dimana lelang harus dilakukan oleh daerah tingkat II sesuai proyek tersebut berada. Namun hal itu masih belum resmi atau dituangkan dalam peraturan. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. 40 proyek tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun 2019. Emil mengatakan, semua tak hanya pembangunan fisik namun menyentuh ke seluruh dimensi kehidupan.

Berikut ini konsep revitalisasi/penataan 10 tempat wisata strategis di Jawa Barat

1. Kalimalang, Bekasi
Penataan Kalimalang terbagi atas empat zona yang akan dibangun dari bantaran Kalimalang Gerbang Tol Bekasi Timur hingga Gerbang Tol Bekasi Barat dengan panjang 5,6 km. Empat zona tersebut yakni zona edukatif, ekologi, komunitas, dan komersil.

Lokasi pertama yang akan direvitalisasi berada di bantaran Kalimalang samping Mega Bekasi Hypermall. Lokasi tersebut direncanakan menjadi zona komunitas. Desain revitalitasi Kalimalang ditargetkan rampung dalam 100 hari kerja Emil sebagai Gubernur Jabar sehingga proses lelang bisa dilakukan pada awal tahun 2019.

2. Waduk Darma, Kuningan
Waduk Darma rencananya akan diubah menjadi objek wisata unggulan Kuningan juga Jawa Barat dengan konsep yang belum pernah ada di Indonesia. Rencananya akan Waduk Darma Kuningan akan ditata salah satunya dengan membangun alun-alun kecil di pulau kecil di tengah waduk. Juga akan dibangun landmark, menara, dan restoran di tengah air. Waduk seluas 425 hektare dikelilingi bukit dan lembah itu bisa menjadi destinasi wisata andalan di Kabupaten Kuningan.

3. Situ Ciburuy
Pengunjung Situ Ciburuy diharapkan bisa menikmati pemandangan alam, sekaligus menjelajahi jalur dan bukit-bukit buatan yang dibangun di pinggir danau buatan tersebut. Konsep sidewalks dibangun dengan dihiasi bunga-bunga khas Bandung Barat.

Sejumlah fasilitas akan dibangun di pinggiran danau tersebut. Diantaranya, artificial hills atau bukit buatan, yang akan menggantikan terminal bus yang selama ini menjadi penghalang pemandangan langsung menuju danau. Bukit buatan tersebut rencananya akan dibangun dari material yang diambil dari normalisasi danau tersebut.

Di pinggir danau tersebut akan dibangun waterfront deck, water pavilion, joging path, deck boat, Bubuy Bulan floating performance center, serta observation deck. Bubuy Bulan performnce stage, misalnya sengaja diambil dari judul lagu ikon Jawa Barat, Bubuy Bulan. Lagu tersebut diterjemahkan sebagai konsep lanskap kawasan dengan membangun panggung hiburan di atas danau dengaan bentuk lingkaran di atas danau, seperti bayangan bulan terpantul di atas air. Fasilitas ini diperuntukkan untuk mengelar pertunjukan budaya, hingga pertunjukan musik dan teater.

Fasilitas lain, seperti observation deck disebut akan menjadi areal favorit pengunjung Situ Ciburuy. Observation deck ini dirancang berupa pathway yang dibangun menjorok dan meninggi ke arah danau untuk membangun kesan dramatis saat menikmati pemandangan danau.

4. Pantai Pangandaran
Upaya menata kembali Pantai Pangandaran telah dilakukan dengan merelokasi pedagang ke empat titik. Tak kurang dari 1.600 pedagang kemudian dipindah ke lokasi baru dan lebih representatif. Pantai secara perlahan menjadi bersih. Wisatawan kini bisa melihat langsung laut le­pas dari jalanan maupun hotel, peman­dangan yang sudah lama ditunggu oleh wisatawan.

Untuk penataan ke depan, Pantai Timur yang sudah tak ada pasir karena ab­rasi disulap menjadi trotoar yang cantik dan lebar. Disediakan sejumlah spot menarik untuk berfoto dan beristirahat. Lalu, ada tujuh dermaga yang menjorok ke ­tengah laut. Tempat itu akan menjadi tempat untuk berfoto atau persandaran jet­ski. Ada juga taman air mancur dan pepohonan khas pantai di sepanjang trotoar yang lebar dan nyaman.

Sementara di area Pantai Barat yang merupakan daerah berenang juga akan dibuat makin nyaman, tak terganggu perahu nelayan. Kawasan pasirnya tetap harus ada. Tempat duduk di pantai akan dibuat sebagus mungkin sehingga wisatawan tak duduk sembarangan.

5. Situ Bagendit
Situ Bagendit, akan ditata menjadi taman teratai dan dilengkapi restoran apung. Selain menyuguhkan keindahan wisata air danau, wisatawan juga dapat menikmati keindahan pemandangan gunung, dan taman bermain serta permainan wisata air seperti perahu rakit.

6. Alun-alun Cirebon
Pada 2020 nanti bila sesuai dengan rencana, Kota Cirebon sudah memiliki alun-alun dengan penataan, segi estetika, kearifan lokal yang terbaik di Jawa Barat. Sehingga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung.

7. Alun-alun Sumedang
Alun-alun Sumedang nantinya akan dipoles dan ditambah beberapa fasilitas rekreasi seperti kolam dangkal untuk anak-anak.

8. Alun-alun Tasikmalaya
Beberapa perubahan drastis akan digarap di kawan ini diantaranya, sirkulasi pejalan kaki yang saat ini didominasi di bagian selatan dan timur alun-alun disesuaikan, supaya pendatang ruang publik tersebut lebih banyak. Penataan lainnya akan dibubuhi beberapa plaza, supaya bisa dioptimalkan sebagai area rekreasi. Baik bagi masyarakat yang hendak berolahraga, beraktivitas lainnya tetap terwadahi di spot tersebut.

9. Alun-alun Sukabumi
Nantinya,  dari Gedung Juang, Lapangan Merdeka hingga Alun-Alun akan terhubung dengan pedestrian. Hal ini dinilai akan menjadi satu destinasi wisata yang murah untuk masyarakat. Sementara untuk mendukung jalur pejalan kaki, ada lima titik lokasi pembangunan trotoar yakni Jalan Siliwangi, Jalan Suryakencana, Jalan R Syamsudin SH, Jalan RE Martadinata, dan Jalan Gudang. Trotoar dibuat lebih humanis untuk para pejalan kaki dan kaum difabel.

10.Situs Gunung Padang, Cianjur
Penataan di kawasan situs megalithikum ini dengan membuat pariwisata tipe satu dengan memperbaiki akses infrastruktur. Lalu tipe dua, dengan penataan destinas dari awalnya tidak tertata secara profesional akan dibuat menjadi tertata, terawat, dan terjaga dengan baik.


share to whatsapp