Wisata Jabar

Tebing Keraton, Objek Wisata dan Kawasan Konservasi Tahura Dago




"Belum ke Bandung kalau belum ke Tebing Keraton", itulah pemeo yang kini sedang ngehits di kalangan pelancong yang berwisata ke Bandung. Spot wisata yang sangat cocok untuk selfie ini memang menjadi magnet wisata tersendiri. Terletak di kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda (Tahura), Dago, objek wisata ini menjadi salah satu ikon wisata di Bandung. Ya, walaupun sebenarnya ada juga spot lainnya yang mirip dengan Tebing Keraton, seperti Bukit Moko ataupun Puncak Bintang.

Namun, objek wisata alam di kawasan Bandung utara ini tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan. Mungkin karena aksesnya yang lebih mudah dari pintu masuk Bandung (Tol Pasteur). Juga dari sini lebih mudah akses ke tempat wisata lainnya seperti ke Lembang, Dago, atau sentra belanja sandang di Jalan Riau, Bandung.

Dari Tebing Keraton pun, pengunjung bisa sekalian jalan-jalan di Tahura atau kembali ke penginapan di hotel-hotel yang tak jauh dari kawasan ini. Kawasan Tahura pun merupakan bagian objek wisata yang masuk dalam Program Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata Jawa Barat. Tebing Keraton menjadi bagian wisata di Bandung bagi para pelaku usaha agen travel.

Kesejukan dan pemandangan indah memang menjadi daya tarik tersendiri di tempat wisata dengan tiket masuk Rp11.000 ini. Di sinilah biasanya para wisatawan berswafoto alias selfie dengan latar hijaunya pegunungan. Keindahan lain yang kerap menghiasi adalah turunnya kabut yang menghiasi pohon-pohon yang masih asri atau semburat warna langit di pagi dan sore hari.

Berkunjung ke tempat ini memang menjadi sensasi tersendiri sekaligus ajang tren kekinian bagi wisatawan yang pelesir ke Bandung. Rasanya kurang lengkap berbagi foto di media sosial kalau belum berfoto dengan latar keindahan tebing keraton. Selain foto di dekat pagar pembatas, pengunjung pun biasanya selfie di atas batu. Tak jarang pula pengunjung yang mengabadikan keindahan di area ini dengan menggunakan drone.

Untuk warga sekitar, nama tempat wisata alam ini dulu dikenal dengan nama Tebing Jontor. Sebutan Tebing Keraton konon muncul dari tukang ojek bernama Ase Nugraha. yang dibuka sejak 2014 ini terus mengalami perbaikan. Dan pihak Pemprov Jabar pun "turun" untuk membenahi tempat ini. Pada Senin, 2 Mei 2016, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meresmikan tempat wisata tersebut.

Peresmian ini dilakukan bertepatan dengan 2 tahun tempat wisata ini dikenal dan diberi nama Tebing Keraton. Tebing Keraton sendiri termasuk habitat sementara bagi elang yang bermigrasi. Sekitar Oktober-November, biasanya elang dari Asia ke Australia melintasi daerah itu. Jumlahnya pun bisa ratusan dan sekitar April, elang dari Australia kembali lagi ke Asia. Untuk mengamati momen migrasi burung ini, pihak Tahuran menyediakan camping ground seluas lapangan sepak bola. Untuk memfasilitasi burung-burung yang bermigrasi, pihak Tahura kini giat menanam jenis pepohonan berbuah yang digemari burung-burung itu.

Gubernur Ahmad Heryawan mengharapkan agar tempat ini tetap menjadi hutan konservasi tanpa mengubah fungsi menjadi hutan produksi atau lainnya, Namun tetap bisa memberikan manfaat lain seperti untuk pendidikan dan keuntungan ekonomi. Ke depannya, tempat ini bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata minat khusus untuk education, research, sport, dan tourism. Diharapkan juga tempat ini bisa menjadi tempat riset juga, atau tempat persemaian bunga-bungaan atau berbagai jenis tanaman yang ada, bunga anggrek atau penghasil madu.

Untuk rute ke Tebing Keraton
Dari keluar tol Pasteur ambil ke arah Dago (Jln. Ir. H. Juanda) dari Simpang Dago lurus terus ke arah Hotel Sheraton sampai melewati Dago Tea House dan Terminal Dago. Tidak jauh dari Terminal Dago, ada jalan bercabang, ambil kanan ke arah Bukit Dago Pakar. Dari sana beberapa ratus meter ada cabang lagi ambil kanan lagi ke ke arah Bukit Dago Pakar. Beberapa ratus meter dari sana, dekat Indomaret di sisi kiri jalan, ada belokan ke kiri ke arah Tahura (Taman Hutan Raya) Ir. H. Juanda. Belok kiri  dan ikuti halanan menanjak beberapa ratus meter.

Di sebelah kiri ada gerbang masuk dan tempat parkir luas untuk Tahura. Terus  terus dan tidak jauh dari sana ada jalan bercabang di dekat warung. Jalanan ke kanan ada tulisan Bukit Pakar Utara, belok kanan, Dari sini jalanan makin menanjak. Dari sini jalanan akan melewati hutan di sisi kiri. Terus sampai ada tulisan ‘Warban’ alias Warung Bandrek dan ada cabang dua.

Di sini lah biasanya para tukang ojek menunggu. Inilah "wilayah kekuasaan" tukang ojek. Jika Anda ingin memutuskan jalan kaki, jalan terus. Di kanan mulai tampak pemandangan bukit-bukit hijau serta rumah-rumah di lereng bukit. Tak berapa lama kemudian akan tampak pemukiman warga. Jalanan akan terlihat berbelok ke kanan, ikuti jalan terus sampai habis pemukiman warga. Tidak jauh dari sana ada belokan ke kiri yang agak curam. Di belokan itu ada papan penunjuk sementara.

Perbaikan Jalan ke Tebing Keraton
Sekitar 100 meter terakhir, jalanan sangat curam dan berbatu-batu. Tak lama kemudian ada beberapa warung di sebelah kanan dan di sisi kiri ada bangunan seperti gapura yang merupakan pintu masuk ke Tebing Keraton. Dari pintu masuk sudah ada jalur yang sangat nyaman dan aman berupa paving block sampai ke viewing point yang kini dibenahi dengan dipagari. Namun, pengunjung harus tetap hati-hati jangan sampai terpeleset.

share to whatsapp