Wisata Jabar

Menyongsong Majunya Wisata Jawa Barat dengan Hadirnya BIJB




Bandara internasional di Kecamatan Kertajati, Kab. Majalengka ini kini terus dikebut pengerjaannya. Rencananya, BIBJ akan diuji coba pada 24 Mei 2018 dan ditargetkan beroperasi pada Juni 2018. BIJB Kertajati berdiri di lahan seluas 1.800 hektare. Bandara tersebut memiliki landas pacu berukuran 2.500 x 60 meter dan akan diperpanjang menjadi 3.000 x 60 meter. Pada tahap pertama, Bandara ini memiliki terminal berkapasitas 5,6 juta penumpang.

Bandara ini mengusung Smart Airport  dengan dukungan fasilitas seperti airport miniature, mini cinema, aircraft simulator, pusat teknologi kreatif, serta aciation training center research and development center.

Hingga pertengahan April 2018, pembangunan fisik jalan berupa akses non-tol sudah lebih dari 50 %. Diharapkan pembangunannya rampung akhir Mei 2018. Pembangunan fisik aksebilitas non-tol ini dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Panjangnya mencapai 1.8 kilometer dengan lebar 50 meter.

Pengerjaan fisik dilakukan setelah 24 hektare lahan yang dibutuhkan selesai dibebaskan pada Desember 2017 oleh Pemprov Jawa Barat. Akses bukan tol ini cukup vital karena akan menjadi penghubung langsung jalur arteri Kabupaten Majalengka menuju lokasi bandara. Akses ini lokasinya berjarak sekitar empat kilometer dari gerbang tol (GT) Kertajati. Bandara ini pun dapat menampung pesawat jet berbadan lebar. Bahkan, embarkasi Jawa Barat dapat ditampung di bandara itu. Jadi masyarakat pun tak perlu ke Halim dan Bandara Soekarno Hatta.

Sementara untuk aksebilitas menuju Bandara Kertajati ini, integrasi juga akan terhubung dengan Tol Cipali. Pemprov Jabar, saat ini masih melakukan pembebasan lahan untuk kebutuhan jalan sepanjang 2,4 kilometer. Keberadaannya akan terhubung langsung dengan interchange di kilometer 157 Tol Cipali. Diperkirakan fisik pembangunan tol tersebut dimulai 2019 sejalan dengan rampungnya Tol Cisumdawu.

Nantinya, bandara ini akan memiliki direct flight ke sejumlah negara dan daerah di Nusantara. Rencananya tahap awala akan ada penerbangan ke lima kota, antara lain Medan, Surabaya, Bali, Makassar, dan salah satu kota di Kalimantan antara Balikpapan dan Samarinda. Kemudahan akses udara merupakan prioritas penting dalam mendongkrak pariwisata Indonesia. Saat ini Menpar memang sedang memperjuangkan habis-habisan Konektivitas udara. Sehinga akses wisatawan akan semakin mudah.

Selain itu, tentunya dampak kehadiran BIJB merupakan peluang besar bagi pengembangan pariwisata Provinsi Jabar. pertumbuhan dan perkembangan pariwisata yang selama ini terbatas, akan meluas dengan adanya BIJB Kertajati. Bukan hanya daerah Majalengka dan Cirebon, bahkan sampai ke kawasan Ciamis, Tasik dan Garut, hingga sampai kawasan Geopark Ciletuh Sukabumi.