Wisata Jabar

Ciamis Terus Optimalkan Potensi Wisata Religi





Perhelatan wisata religi Peradaban Dunia Nada dan Dakwah (PDND) di Pesantren Sirnarasa, Panjalu Ciamis pada Kamis, 26 April 2018, berlangsung meriah. Kegiatan ini merupakan gagasan Yayasan Sirnarasa Cisiri. Sejumlah rangkaian acara dibalut dengan tausyiah agama.

PDND ini diselenggarakan dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan. Sekaligus memperkuat Ukuawah Islamiah serta meningkatkan wisata religi. Serentet nama mubalig ternama dihadirkan. Ada KH Asep Zainal Abidin. Yaitu Dai TPI-MNCTV yang juga Pimpinan Pesantren Anak Soleh-Purwakarta, serta Pimpinan Group Marawis PAS. Ada juga KH Muh Andi Gholib. Yang juga Da’i TPI MNCTV serta Pimpinan Majlis Adzdzikro, Bogor.

Lalu ada Ustadzah Didah Durrotun Nafisah. Beliau juga Dai TPI-MNCTV, yang juga Qori’ah Nasional serta Pembina Qosidah dan Gambus Prov. Jawa Barat, serta Pengisi Acara Renungan Qolbu MNCTV. Tidak berhenti disitu, ada juga KH. Asep Farid Mahmud. Seorang Da’i TPI MNCTV dan Pimpinan Pesantren Al Muhajir - Bandung. Serta Qori Internasional, KH. Abdul Rohman. Yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al Furqon, Lombok - NTB.

Event wisata religi tersebut menjadi potensi tersendiri bagi Ciamis. Bukan tak mungkin, bila wisata religi di Ciamis berkembang, akan mengangkat nama Indonesia. Apalagi Indonesia menduduki peringkat ke-2 wisata halal dunia di Global Muslim Travel Index (GMTI). Ini harus bisa dimaksimalkan sehingga dapat mendongkrak kunjungan wisman Muslim ke Indonesia.

Event ini juga merupakan bentuk penguatan wisata halal unggulan. Hal tersebut, untuk mencapai target yang diberikan pemerintah dalam meningkatkan sumbangan pariwisata halal pada pertumbuhan ekonomi.  Wisman muslim Asia, terutama Malaysia dan Singapura, sangat menyukai wisata religi. Ini bidikan kita dengan penguatan even-even religi. Salah satunya lewat PDND.

Sementara Menpar mengungkapkan, penguatan atraksi wisata religi harus terus dilakukan. Apalagi Indonesia telah menduduki peringkat ke-2 wisata halal dunia. Memontum tersebut harus dapat dimaksimalkan sehingga dapat mendongkrak posisi pariwisata halal Indonesia. Goalnya jelas akan mendongkrak kunjungan wisman muslim ke Indonesia. Dengan penguatan dengan atraksi-atraksi wisata religi seperti PDND ini, Menpar yakin kita akan mengalahkan Malaysia pada GMTI 2019. Indonesia akan berada di peringkat yang pertama.