Wisata Jabar

Sektor Wisata dan Lifestyle di Indonesia Kian Diminati Investor



Pariwisata diproyeksikan kian jadi andalan bagi bangkitnya perekonomian negara, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat.  Hal ini ditunjang pula dengan iklim investasi membaik, sehingga investor potensial  pun diajak Menpar dan Kepala BKPM untuk tanamkan modal di Sektor Pariwisata dan Lifestyle.

Masuknya Indonesia ke dalam jajaran negara Top-20 Fastest Growing Tourism Destinations (The Telegraph, 2017) dan realisasi investasi pariwisata menembus 102% dari target di tahun 2017, menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu leading sector Indonesia di tahun 2018 oleh Presiden Jokowi.

Capaian-capaian pariwisata di tahun 2017 tersebut pula yang semakin membakar tekad Kepala BKPM Tom Lembong untuk sinergis mendukung Kementerian Pariwisata yang “di-running” oleh Menpar Arief Yahya untuk bersama-sama menarik investasi untuk mengembangkan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (10 Bali Baru) yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Jokowi.

Dalam agenda ini, Menteri Pariwisata Arief Yahya menjadi Panelis di hadapan 300-an potensial investor dan tamu undangan, bersama dengan Kepala BKPM Tom Lembong, dan Wakil Kepala Bekraf Ricky Pesik, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara.

Dalam kesempatan ini, juga hadir Staf Ahli Menlu untuk Isu Strategis Djauhari Oratmangun, Presdir Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Borobudur Indah Juanita, yang akan memaparkan peluang investasi di Kawasan Pariwisata Borobudur dan sekitarnya; Ketua Tim Pokja Percepatan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Hiramsyah Thaib yang menyampaikan update perkembangan “10 Bali Baru”.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal yang bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif, Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta.

Tercatat 350 partisipan mengikuti acara tersebut, termasuk 71 perusahaan asing terdiri dari perusahaan dari negara Korea Selatan, Timur Tengah, Jepang, Singapura, Taiwan, Malaysia, Australia, Tiongkok, Inggris, India, Rusia dan Amerika Serikat. Selain itu 62 perusahaan dalam negeri dari berbagai sektor juga hadir dalam kegiatan tersebut.