Wisata Jabar

Pasar Wisata Samarang, Destinasi Baru Wisata Belanja di Garut





Saat berkunjung ke tempat wisata, bukan hanya kunjungan rekreasi yang dilakukan para pelancong. Tentunya pula kebiasaan berbelanja oleh-oleh dan kekhasan daerah di tempat wisata tersebut menjadi potensi tersendiri. Entah itu wisatawan akan beli oleh-oleh atau mencicipi kuliner. Uniknya, di berbagai daerah bisa dipastikan ada pasar tradisional yang menyajikan aneka barang atau produk yang bisa dibeli wisatawan. Seharusnya, kawasan wisata dan pasar tradisional bisa bersinergi dalam menangkap peluang tersebut.

Sayangnya, kesan pasar tradisional adalah kumuh, becek, keamanan kurang terjamin, susah parkir, dan hal lainnya yang jauh dari kesan layak dikunjungi sebagai destinasi wisata belanja atau kuliner. Hal inilah yang dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Garut dimana pada 2017 menghadirkan konsep pasar tradisional menjadi pasar wisata tahun yakni Pasar Rakyat Wanaraja dan Pasar Wisata Samarang.

Pasar rakyat yang nyaman dan berkonsep modern
Pasar Wanaraja diresmikan pada pertengahan Mei 2017 lalu oleh Bupati Garut Rudy Gunawan. Peresemian pasar ini sebagai tanda mulai berjalannya program Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Program revitalisasi ini menjadi program unggulan, yaitu Pembangunan Pasar Rakyat.

Lalu di penghujung 2017, tepatnya pada 20 Desember 2017 lalu, satu lagi pasar wisata di Garut yang diresmikan yakni Pasar Samarang. Revitalisasi pasar setidaknya menjawab harapan masyarakat terhadap pasar yang nyaman dan bermartabat dengan bentuk bangunan dan pelayanan yang prima. Pelaksanaan revitalisasi Pasar di Kabupaten Garut dilakukan supaya terwujud pasar rakyat yang representatif, aman, tertib dan nyaman, serta mampu bersaing denga keberadaan toko modern.

Konsep Pasar Wisata Samarang sendiri dipertimbangkan sebagai penyangga sejumlah kecamatan berikut banyak lokasi wisata di daerah tersebut. Di pasar ini selain kios yang dibuat senyaman mungkin, disediakan parkir luas guna mendongkrak pasar tersebut jadi pasar wisata. Perubahan ini menjawab langsung kesan pasar pasar yang selama ini kumuh, dan becek serta parkir yang sulit.

Destinasi wisata belanja
Hasilnya, Pasar Samarang sekarang jauh berbeda dengan dulu sebelum dibenahi. Pasar yang terletak di Jalan Raya Samarang ini juga kini dimanfaatkan anak muda Garut untuk berswafoto. Bangunan bercat putih itu dianggap megah dan tak biasa oleh sejumlah kaula muda. Tempat ini selalu ramai dikunjungi remaja terutama saat sore dan malam hari. Revitalisasi pasar ini salah satu bagian dari proyek 'Amazing' Pemkab Garut.

Bangunan pasar modern kedua di Garut setelah Pasar wisata Wanaraja ini dapat menampung 1.173 pedagang. Terdiri dari 560 unit jongko dan 613 los. Di lantai satu, jongko dibuat rapi berderet berbahan tembok berkeramik. Setiap jongko memiliki ukuran sekitar 1x2 meter. Sementara di lantai dua kebanyakan diisi oleh lapak-lapak yang dibuat datar.

Tidak hanya itu, dengan revitalisasi Pasar Samarang kali ini bisa menampung bus wisata. Penempatan pedagang di pasar ini pun berdasarkan zonasi untuk memberikan kenyamanan bagi para pengunjung dan pedagang. Para pelancong pun bisa belanja aneka oleh-oleh khas Garut, dari makanan, kaos, souvenir, sampai menikmati kuliner.