Wisata Jabar

Menuju Wisata Kelas Dunia, Pantai Pangandaran Terus Dibenahi




Selama ini Pantai Pangandaran biasa jadi destinasi wisata favorit terutama dari wisatawan lokal berbagai daerah. Sejatinya, Pantai Pangandaran sendiri punya potensi yang lebih dari sekarang ini. Dengan semakin fokusnya pemerintah pusat menjadikan sektor wisata sebagai tambang ekonomi baru, tempat-tempat wisata potensial pun lebih digarap optimal dengan pembenahan maupun tata ulang (revitaliasasi). Tak terkecuali Pangandaran yang jadi salah satu wisata andalan di Jawa Barat.

Untuk menjadikan Pantai Pangandaran bukan saja berkelas lokal, pembenahan pun terus digenjot oleh pihak Pemprov Jabar berkolaborasi dengan Pemkan Pangandaran. Hal ini bertujuan agar Pantai Pangandaran levelnya bisa lebih meningkat layaknya tempat wisata pantai di Bali. Untuk itu, pola pembenahan dengan cara biasa pun kini mulai didobrak.

Pantai Pangandaran bersih dari PKL
Salah satunya, adanya kolaborasi Pemprov Jawa Barat dan Pemkab Pangandaran dimana telah menciptakan Pantai Barat dan Timur Pangandaran bebas pedagang kaki lima (PKL) per Januari 2018. Dalam hal ini, peran aktif dan kontribusi Pemprov Jabar dominan saat membangun empat unit Gedung Belanja masing-masing setinggi tiga lantai, yang kini menjadi tempat relokasi 1300 PKL yang selama ini mensesaki pantai dengan tenda birunya.

Pemprov Jabar memberikan anggaran untuk pengadaan lahan serta pembangunan pasar wisata tersebut sementara sisanya berasal dari Pemkab Pangadaran. Kini, Pantai Pangandaran telah menjadi pantai yang bersih dari peredaran PKL yang selama ini cukup menghalangi bibir pantai sekaligus keindahan pesona wisata. 100 meter dari bibir pantai diukur saat air pasang Pantai Pangandaran betul-betul milik negara tidak boleh ada bangunan apapun.

Kebijakan tersebut selaras dengan keinginannya menjadikan Pantai Pangandaran sebagai wisata kelas dunia. Sekaligus menjadi lebih menarik dan setara obyek wisata pantai populer destinasi wisatawan berbagai penjuru seperti yang berada di Bali. Karenanya, durasi tinggal serta alokasi belanja makan maupun oleh-oleh yang dilakukan akan lebih besar sehingga guliran ekonomi masyarakat hingga pendapatan asli daerah (PAD) akan meningkat sendirinya.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
Selain itu, penataan juga menjadi penting karena Gubernur Jawa Barat baru saja menandatangani SK Pangandaran menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Bahkan Pangandaran paling siap karena sudah tersedia lahan seluas 196 hektar.

Pengesahan KEK sendiri dilakukan oleh Kementerian Pariwisata diharapkan sebelum pertengahan tahun ini. Selain sesuai dengan rencana kerja Pemprov Jabar, juga akan menghidupkan perekonomian masyarakat secara luas biasa. Untuk daya dukung akses, setelah Tol Bocimi, rencana Tol Cigatas, harapannya akan bertambah menjadi Cigatasran (Cileunyi-Garut-Tasik-Pangandaran).

Sementara etelah pedagang pantai direlokasi dan pantai bersih dari tenda-tenda biru, pemerintah daerah akan mendesain kawasan Pantai Pangandaran menjadi lebih menarik. Maklum saja, selama 2017 ada sekitar 3 juta pengunjung wisata yang datang ke obyek wisata di Pangandaran. Pemerintah daerah pun telah menganggarkan biaya tidak sedikit dalam penataan tersebut.