Wisata Jabar

Alun-Alun Cicendo, Ruang Publik Kekinian di Kawasan Jatayu Bandung





Di ujung akhir tahun, hari Minggu tanggal 31 Desember 2017, ada yang tidak biasa di kawasan Jalan Aruna Bandung. Pada acara yang digelar malam hari, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meresmikan Alun-alun Cicendo di Jalan Arjuna. Dalam peresmian tersebut, Ridwan Kamil tampak didampingi Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial. Selesai peresmian, Ridwan Kamil membagi-bagikan hadiah kepada warga yang menghadiri acara peresmian.

Walau hingga akhir tahun ini masih dalam tahap merapikan, warga Kecamatan Cicendo patut berbangga karena telah punya ruang publik baru yang representatif untuk menunjang aktivitas positif warga. Malam itu, Alun-alun Cicendo menjadi salah satu lokasi yang jadi pusat perayaan tahun baru di Bandung.

Alun-alun Cicendo menambah lagi satu ruang publik di wilayah kecamatan di Kota Bandung. Dengan revitalisasi, Alun-Alun Cicendo kini terlihat lebih cantik seperti "saudaranya" di kawasan Bandung Timur yakni Alun-Alun Ujungberung. Sebelumnya, di Kota Bandung sendiri sebutan "alun-alun" hanya ada di pusat kota yaitu di kawasan Masjid Raya Bandung.

Walau kalau merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) istilah "Alun-alun" sendiri mengandung arti 'tanah lapang yang luas di muka keraton atau di muka tempat kediaman resmi bupati, dan sebagainya'. Namun di era kepemimpinan Ridwan Kamil, konsep alun-alun ini dikembangkan di sebagian kecamatan, bukan dengan penyebutan taman. Jadi, sekarang di Bandung konsep alun-alun ini ada di kawaan Bandung Timur (Ujungberung), pusat kota (Alun-Alun Bandung), dan Bandung Barat (Cicendo)

Fasilitas Alun-alun Cicendo
Sebagian besar area diisi oleh area rerumputan, paduan grass block dan paving. Termasuk untuk lapangan utama. Di Alun-alun Cicendo nantinya bakal ada skate park, tempat istirahat, pusat kuliner, bengkel kerja seni, dan lainnya. Di sini pun bakal ada plaza seluas sekurangnya 4 ribu meter persegi, hampir dari setengah lahan yang tersedia. Plaza itu diperuntukkan bagi masyarakat yang berinteraksi sosial, dilengkapi undakan tangga di sekelilingya.

Di area itu juga terdapat Art Market (pasar seni) seluas 543 meter persegi yang berisi 24 kios seni. Selain kios berisi karya para seniman, terdapat ruang komunitas lengkap dengan atap peneduh yang bisa diisi segala jenis kegiatan.

Sementara di dek, ada bangku-bangku dengan pohon yang muncul dari area koridor kios di bawahnya. Dek ini menjadi atap bagi 67 kios di bawahnya, serta kantor, musala, toilet, plus toilet khusus difabel, 5 parkir mobil, dan 20an parkir motor.

Lokasi Alun-alun Cicendo
Ruang publik yang berlokasi di persimpangan Jln. Jatayu dan Jln. Aruna ini tak jauh dari Bandara Husein Sastranegara, sekitar 1,5 km. Sementara dari Stasiun Ciroyom, jaraknya kurang lebih 400 meter.  Bagi urang Bandung, kawasan ini sudah tidak asing sebagai sentra besi bekas. Public space seluas sekitar 5.000 meter persegi ini berada di tengah los pedagang onderdil kendaraan bekas yang dikenal sebagai Pasar Jatayu.

Alun-alun Cicendo sendiri menempati lahan di sudut, tepat di depan bundaran simpang Jalan Aruna-Jalan Jatayu. Alun-alun Cicendo sendiri berlokasi di sisi luar area ini. Posisi los yang menempel langsung proyek sisi Jalan Aruna itu sekarang digeser ke arah tepi jalan. Dan pasar besi akan menjadi ciri khas Alun-alun Cicendo. Sekitar 65 kios akan disediakan Pemkot sebagai fasilitas untuk mengakomodasi pasar besi yang selama ini menjadi ciri khas dan tersebar di daerah Cicendo.

Bagi pengunjung pengguna kursi roda bisa mengakses pintu masuk dari Jalan Komodor Udara Supadio, dan disediakan jalur landai untuk mengakses area lainnya. Para lansia juga disediakan Zen Area, dengan dipisah tembok setinggi 2,8 meter untuk memanfaatkan ketenangan ruang.

Tempat main anak-anak
Untuk bermain anak, bakal ada juga kolam dangkal mirip yang ada di Taman Sejarah. Area kolam seluas 313 meter persegi ini tak hanya menyajikan kolam lebar, tetapi dilengkapi ngarai (canyon). Dengan diapit dinding setinggi dua meter dan lebar 1,6 meter, lorong ngarai ini dibentuk memanjang hingga 15 meter.

Di kanan pintu masuk utama Alun-alun ada ornamen yang dibentuk dari tanda tangan warga sekitar Alun-alun Cicendo. Ornamen ini didesain oleh sekelompok dosen dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Di Alun-alun Cicendo juga terdapat lapangan basket yang bisa dimanfaatkan warga masyarakat untuk berolahraga.