Wisata Jabar

Labuan Bajo Makin Jadi Primadona Destinasi Wisata Turis Asing





Kemenpar terus optimalkan tempat-tempat wisata Tanah Air sebagai destinasi wisata kelas dunia. Salah satunya Labuan Bajo yang ada di Nusa Tenggara Timur (NTT). Labuan Bajo kian hari menjadi destinasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara. Begitu pula kawasan wisata ini menjadi destinasi idola para tour travel dan tour operator. Salah satu negara warga negaranya kesengsem dengan Lajuan Bajo adalah Hong Kong.

Paket-paket wisata ke Labuan Bajo laris manis dalam agenda Sales Mission (SM) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang digelar di Hotel Kimberly Hongkong, Kamis 14 Desember 2017. Keindahan Pulau Komodo dan santernya binatang Komodo terkenal di Hong Kong. Tak heran para pelaku usaha travel agent di sana menjadikan Labuan Bajo dalam paket-paket mereka.

Tujuan favorit turis asal Hong Kong
Sales Miison Kemenpar di Hong Kong berjalan sukses seperti SM di Macau yang digelar dua hari sebelumnya.Bahkan,di Hong Kong hadir lebih banyak buyers yang mengikuti kegiatan tersebut. Jumlah buyers Hong Kong yang hadir sebanyak 72 orang dan dilayani 6 Sellers asal Indonesia.

Selain itu juga hadir 10 media lokal asal Hong Kong yang hadir di acara Media Gathering dengan VITOdan pimpinan delegasi SM Hongkong, Kepala Bidang Misi Penjualan Asia Pasifik Asdep Pengembangan Pasar Asia Pasifik Afrida Pelitasari.

NTT memang destinasi wisata yang terbilang sangat cocok buat jadi tujuan wisata kelas dunia. Untuk atraksi tidak ada yang meragukan kualitas, keunikan, kehebatan NTT dengan ikon Komodo tersebut. Termasuk di dalamnya Labuan Bajo, Komodo, Rinca, Wae Rebo sampai ke Ende yang punya danau Kelimutu, Alor, Larantuka, dan semua potensi wisata yang ada di pulau eksotik tersebut.

Didukung fasilitas wisata yang menunjang
Soal akses, Bandara Komodo akan segera menjadi bandara internasional. Landasan diperpanjang dan diperlebar sebagai syarat bisa didarati pesawat-pesawat langsung dari negara originasi. Jika target tahun 2019 kunjungan wisman ke Flores dengan ikon Komodo, Labuan Bajo, adalah 500 ribu, maka kapasitas kamar dan segala fasilitasnya pun harus sebanding. Tentu saat ini, daya tampung kamar hotel dan resort jauh dari cukup. Dan untuk membangunnya butuh waktu.

Belum lagi kelengkapan untuk convention, conference, meeting, dan expo, yang bisa menjadi harus ada untuk menjadi destinasi berkelas dunia. Amenitas ini mirip dengan server dalam teknologi komunikasi. Jika akses atau bandwidth sudah besar, server atau memory cardnya tidak cukup, maka data pun tidak bisa terkirim dan tersimpan dengan baik.