Wisata Jabar

Taman Karangresik, Destinasi Wisata Kekinian di Tasikmalaya





Dulu, taman sering dianggap sebatas hiasan kota atau area hijau saja. Namun kini, taman bisa mengangkat pamor sebuah kota. Lihat saja Kota Bandung, sejak Wali Kota Ridwan Kamil merevitalisasi taman-taman di Kota Kembang, taman pun kini jadi salah satu tempat primadona bagi wisatawan. Begitu pula dengan Kab. Purwakarta yang berhasil memoles taman-taman dengan konsep tematik dan diberi nama khas Sunda. Fungsi taman bagi wisatawan pun turut diikuti oleh Pemkot Bogor.

Kini, di wilayah Priangan Timur yakni Kota Tasikmalaya tengah mengubah konsep taman menjadi ruang publik sekaligus sarana edukasi dan rekreasi warga serta wisatawan. Nama Taman Wisata Karangresik, di Jalan Mohammat Hatta, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya kini tengah naik pamor. Apalagi setelah pelaksanaan Tasikmalaya October Festival (TOF) 2017 dimana taman tersebut menjadi salah satu lokasi event.

Taman Karangresik dulu pernah menjadi ruang publik favorit. Namun, karena kurangnya perhatian pemerintah waktu itu, akhirnya taman menjadi kurang terawat dan terbengkalai bahkan sempat ditutup sementara pada 2005. Lalu, taman seluas 2,5 hektare tersebut pada pertengahan 2016 lalu, mulai dipoles. Kini, Taman Karangresik menjadi spot favorit bagi warga atau wisatawan untuk nongkrong atau berswafoto ria.  Lokasinya yang bersebelahan dengan Sungai Citanduy juga membuat sejumlah peserta turun ke sungai untuk menjajal sensasi olahraga arus deras seperti kayak dan riverboard.

Taman Karangresik kini disulap menjadi kawasan wisata alternatif di Kota Tasikmalaya. Selain mempertahankan wisata sejarah, Karangresik juga  menyuguhkan wisata outbond, wisata agro, serta wisata lainnya. Taman Wisata Karangresik resmi dibuka oleh Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, pada Selasa (17/10/2017), tepat pada HUT ke-16 Kota Tasikmalaya.

Objek wisata ini menyuguhkan berbagai arena menarik, pertunjukan seni dan kreasi yang mengedepankan edukasi dan tontonan yang indah dengan suasana alam yang sejuk dan alami. Kini, di taman ini tersedia arena wisata lebih lengkap dilengkapi taman bunga, museum foto-foto antik, farm house, outbond, flyingfox sepanjang 109 meter yang melintasi Sungai Citanduy, bersepeda dari pohon ke pohon, berjalan di atas tali dari pohon ke pohon, rumah di atas pohon, ayunan yang melintas diatas sungai, hingga terowongan dengan menggunakan 8.000 batang bambu.