Wisata Jabar

Humas Pemprov Jabar Gelar Balakécrakan di Halaman Gedung Sate





"Munggahan" dan "botram", istilah pertama adalah kebiasaan urang Sunda dalam mapag (menyambut) bulan suci Ramadhan. Sedangkan istilah kedua merujuk pada kegiatan makan secara bersama-sama, baik itu dengan keluarga maupun teman-teman. Kedua kegiatan tersebut pun bisa berpadu padan saat menjelang Ramadan. Kegiatan munggahan memang identik dengan kegiatan makan bersama. Di balik kegiatan tersebut bukan hanya urusan makan, namun ada nilai-nilai kebersamaan yang dibalut silaturahmi.

Tradisi munggahan dan botram tersebut diadopsi oleh Humas Pemprov Jawa Barat dengan menggelar acara makan bersama warga secara gratis. Kegiatan yang diadakan di halaman Gedung Sate tersebut bertajuk "Balakécrakan di Gedung Sate". Acara botram yang digelar pada Minggu, 21 Mei 2017 dimulai setelah Ashar diikuti sekitar.1.000 orang dari berbagai unsur lapisan masyarakat menikmati jamuan nasi liwet komplit dengan lauk pauknya. Hidangannya sendiri disajikan di atas daun pisang.

"Acara ini respons dari interaksi via media sosial yang terjalin antara Humas Jabar dengan masyarakat. Aspirasi ini lantas diseriusi dan momentumnya pun diselaraskan dengan tradisi silaturahim menyambut Ramadan (Tarhib Ramadan) yang dikenal dengan munggahan," kata Kepala Bagian Publikasi Setda Jabar Ade Sukalsah.

Dalam kegiatan yang dihadiri istri Guburur Jabar tersebut, pihak Humas menyediakan 1.500 porsi dengan menu khas Sunda, di antaranya: nasi liwet, ayam bakar, jengkol, sambal, lalapan, lalu ikan asin peda dan kurupuk, hingga sajian kopi puntang dan aneka rebusan. Kegiatan ngabotram tersebut juga diisi dengan siraman rohani dari Ustad Ahmad Khumaedi juga hiburan  dari Kuburan Band.