Wisata Jabar

Taman Love dan Pesawat di Sadu, Soreang Jadi Tempat Selfie Favorit




Tempat wisata yang banyak dikunjungi kaum muda ini, akhir-akhir ini kian terangkat namanya di media sosial. Para pengunjung menamakan taman tersebut dengan "Taman Love" atau "Taman Cinta". Memang, di sini disajikan spot khusus di lapangan dengan hiasan tanaman bunga yang disusun menyerupai simbol love. Tempat wisata ini pun termasuk murah meriah, dimana tiket masuknya hanya Rp5.000.

Lokasinya pun mudah dijangkau yakni kurang lebih berjarak 2 km dari kantor Pemkab Bandung. Taman ini merupakan lahan pribadi seluas 2 hektare yang dulu dikelola untuk villa dan pada awal 2016 dibikin taman tematik. Untuk spot bunga-bunga berbentuk hati didominasi bunga kotok warna oranye, bunga knop bola-bola, serta bunga zinia aneka warna.

Pesawat di Bukit Sadu
Dari spot ketinggian Taman Sadu ini, pengunjung bisa melihat panorama alam dari atas bukit. Pengunjung Anda dapat menyaksikan pemandangan kota Bandung dengan begitu jelas di ketinggian ini.  Untuk berkunjung ke tempat ini disarankan pagi hari karena Anda dapat menyaksikan sunrise juga pada saat cuaca cerah. Tempat ini dulu dikenal dengan nama Villa n’ Cafe De Dago’s Sadu.

Keunikan lain yang ada di sini adanya pesawat bekas yang sengaja dipajang. Para pengunjung bisa berfoto dengan latar pesawat Casa 212 "Srikandi" warna putih. Di dalam pesawat pesawat pun kursi-kursi penumpang masih lengkap. Sementara fasilitas pendukung di Taman Love ini adanya musala, taman bermain anak, toilet umum, lahan parkir luas, beberapa tempat duduk bersantai, hingga cafe kecil. Tempat wisata yang berada di ketinggian 600 meter di atas permukaan laut ini buka hari biasa dari pukul 08.00 sampai pukul 18.00. Khusus malam minggu, tempat ini buka sampai pukul 21.00.

Rute ke Taman Love, Sadu, Soreang
Adapun untuk akses ke Taman Sadu terbilang mudah, yakni dari arah Alun-Alun Soreang/Kompleks Kantor Pemkab Bandung ke arah Taman Makam Pahlawan (Pasir Pahlawan) di Jalan Jengkol, Desa Karamat Mulya, Kabupaten Bandung (antara Jalan Soreang ke arah Ciwidey). Perbukitan Sadu yang mengelilingi Desa Karamat Mulya berbatasan dengan Desa Pamekaran di utara, Desa Soreang di sebelah timur, Desa Sadu di sebelah barat, Desa Sukajadi di sebeah barat daya, Desa Sukanagara di selatan, dan Desa Panyirapan di tenggara.

Lokasi wisata ini secara geografis juga dekat dengan Kota Bandung di sebelah utara dan Ciwidey di sebelah selatan. Untuk ke lokasi wisata ini Anda bisa menggunakan sepeda, motor, ataupun mobil pribadi.
1. Dari arah Jakarta: Tol Purbaleunyi - keluar tol Kopo -  belok kanan -  Kopo Sayati – Margahayu (Lanud Sulaiman) – Katapang – Alun-Alun Soreang - Sadu.
2. Keluar tol Buah Batu - belok kanan - Jln. Bojongsoang - Dayeuhkolot/Baleendah - Banjaran - Soreang - Sadu.

Jika naik kendaraan umum bisa naik angkutan umum ke Soreang dengan naik angkot Terminal Leuwipanjang - Soreang. Setelah turun di Terminal/Pasar Soreang bisa naik ojek atau delman. Atau dari Terminal Leuwi Panjang naik angkutan ke Ciwidey yang melewati Kopo Sayati – Margahayu (Lanud Sulaiman) – Katapang – Soreang - Sadu (dari Taman Makam Pahlawan naik ojek ke arah Sadu).

Untuk para pengguna sepeda atau yang touring dengan motor, jalan ke Taman Love, Sadu lumayan cukup menantang. Bila sudah berada di Soreang langsung menuju jalan utama Soreang-Ciwidey ke arah Taman Makam Pahlawan. Kurang lebih sekitar 2 km dari Alun-alun Soreang ada pertigaan ke arah Taman Makam Pahlawan, Desa Sadu. Setelah menemui plang dari Taman Makam Pahlawan, menuju arah atas (melewati gerbang desa yang terdapat tugu sepatu bola dan bola).

Tidak jauh dari gerbang tersebut  ada lapangan sepak bola, ambil jalur kanan menuju arah Bukit Sadu. Di daerah Gunung Sadu pun terdapat saksi bisu peninggalan invasi Militer Jepang berupa goa. Goa tersebut berada di seputar gunung yang digunakan Jepang tahun 1942.