Wisata Jabar

Selama 2016, Jabar Teratas dalam Kunjungan Wisatawan Nusantara




Hingga November 2016, pergerakan kunjungan wisatawan nusantara ke Provinsi Jawa Barat mencapai 78.036.327 kunjungan. Sementara proyeksi jumlah kunjungan wisatawan nusantara dari bulan Januari hingga November 2016 berjumlah 288.178.646 kunjungan. Jawa Barat tidak hanya menjadi destinasi wisata yang paling dikunjungi oleh wisnus, tetapi juga penyumbang wisnus terbanyak.

Data tersebut menunjukkan Jabar menempati posisi pertama dalam jumlah kunjungan wisatawan nusantara. Sementara target Kemenpar dalam pergerakan wisatawan Nusantara pada 2016 adalah 265 juta kunjungan. Pada tahun sebelumnya, jumlah pergerakan wisatawan nusantara tercatat sebanyak 255,5 juta kunjungan.

"Dilihat dari data Badan Pusat Statistik, wisatawan nusantara ke Jabar yang menggunakan jalur udara hanya 10 persen dan 60 persennya darat, baik bus maupun kendaraan pribadi. Karena mungkin juga jarak, akses, dan daya tariknya," kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty dalam Jumpa Pers Akhir Tahun 2016 Kementerian Pariwisata di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis (21/12/2016).

Jawa Barat memang mempunyai potensi wisata yang terbilang lengkap yakni potensi wisata alam, budaya, bahari, budaya, kuliner, shopping, hingga wisata buatan. Sementara faktor penunjang (amenitas) saat wisata seperti restoran maupun penginapan, Jawa Barat pun termasuk memadai.

Tidak masuk Destinasi Prioritas Pariwisata
Namun untuk tahun ini, Jawa Barat kembali tidak masuk dalam Program 10 Destinasi Prioritas Pariwisata yang dilakukan Kementerian Pariwisata. Ini merupakan untuk ketiga kalinya Jabar tida masuk program tersebut. Hal tersebut disebebkan kegiatan wisata juga event seni budaya masih belum mendapat dukungan pemerintah kota maupun kabupaten dan bahkan dari tingkat provinsi.

Adapun kesepuluh Destinasi Prioritas yang sudah ditetapkan Kemenpar, di antaranya: Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Tanjung Lesung (Banten), Borobudur (Jawa Tengah), Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Pulau Morotai (Maluku) dan Labuan Bajo (Flores Nusa Tenggara Timur).

Karena dukungan pemerintah terhadap peristiwa seni budaya tradisional di Jawa Barat yang masih kurang, hal tersebut njadi catatan penting di Kementerian Pariwisata. Sejak program dilaksanakan tahun 2015, Jabar belum pernah sekalipun dimasukan dalam Program Prioritas 10 Destinasi Pariwisata.