Wisata Jabar

Festival Alimpaido 2016 Subang, Upaya Melestarikan Permainan Tradisional Anak-Anak





Nostalgia ragam permainan tradisional anak-anak khas Sunda kembali dimainkan dalam kegiatan Festival Alimpaido 2016 di Subang. Dalam kegiatan yang diadakan pertama kali di Kab. Subang pada Minggu, 18 Desember 2016 tersebut, ratusan anak-anak terlihat begitu antusias memainkan permainaan êgrang, jalan batok, sêrêd upih (seret pelapah pinang), êngklê atau sondah, sorodot gaplok, pêrêpêt jêngkol, gatrik, adu panggal (gasing), sumpit, hingga bedil jeprêt.

Belajar kejujuran
Alimpaido sendiri dalam bahasa Sunda mengandung arti, alim = 'tidak mau' (bahasa halus dari embung), paido = 'menyalahkan orang lain' atau bisa pula mengandung arti 'dihinakan, dibohongi, ditinggalkan'. Alimpaido bisa diartikan tidak mau curang alias mengandung makna dalam permainan anak-anak mengedepankan kejujuran dengan dasar nilai budaya, kreativitas, dan kebersamaan ciri urang Sunda. Alim paido pun bisa juga plesetan dari kata 'olimpiade'.

Permainan tradisional tersebut kini semakin banyak ditinggalkan oleh generasi penerus. Derasnya aneka permainan berbalut teknologi serta keterbatasan lahan telah menggantikan peran permainan yang dulu banyak digandrungi anak-anak. Padahal, di balik permainan tersebut tersimpan banyak manfaat untuk tumbuh kembang fisik dan psikologis anak-anak, yakni manfaat olahraga, sosialisasi (kebersamaan), aspek motorik, hingga strategi.

Manfaat untuk perkembangan anak-anak
Misalnya, dalam permainan êgrang, anak-anak bisa berolahraga sekaligus belajar aspek motorik dengan belajar keseimbangan berjalan dengan mengunakan jangkungan  dari galah bambu yang digunakan anak-anak agar bisa berdiri dalam jarak tertentu di atas tanah. Selain itu, permainan perepet jengkol menuntut adanya kebersamaan dari ketiga pemain yang saling mengaitkan kaki sambil bernyanyi penuh keceriaan. Begitu pula sorodot gaplok menuntut ketepatan dan kecepatan dalam menembakkan batu yang diayun kemudian diluncurkan ke batu lainnya yang jika kena akan menimbulkan suara ‘plok’.

Festival Alimpaido 2016 digelar di alun-alun Kecamatan Serangpanjang, Subang. Event ini selain merawat seni-budaya warisan nenek moyang, juga dimaksudkan menggaet turis lokal, regional, nasional, dan mancanegara. Kegiatan permainan tradisional tersebut melibatkan lebih dari 300 murid SD, SMP, hingga SMA dari tujuh kecamatan yang masih kuat mempertahankan permainan tradisional di desanya.