Wisata Jabar

Rute Pamungkas Jelajah Wisata Jabar Bersama Smartfren 4G LTE Sambangi Priangan Timur





Berangkat dari Bandung pukul 07.30 WIB, kali ini tim "Jelajah Wisata Jabar Bersama Smartfren 4G LTE" jarambah ke Tasikmalaya, Ciamis, dan Pangandaran.

Talk Show di Radar TV
Saat sampai di Tasikmalaya, rombongan berkunjung ke kantor Harian Umum Radar Tasikmalaya dan melakukan talkshow di Radar TV.  Di acara gelar wicara inilah dibahas tentang seluruh rangkaian wisata dari rute satu sampai rute terakhir. Adapun tujuan jelajah untuk mengangkat wisata yang ada di Jawa Barat dan sekaligus mempromosikan jaringan 4G LTE Smartfren.

Mengunjungi Objek Wisata di Ciamis
Setelah beres melakukan talk show, perjalanan dilanjutkan menuju destinasi wisata Ciung Wanara Karangkamulyan yang berada di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Di objek wisata tersebut terdapat beberapa peninggalan jaman kerajaan Galuh, diantaranya adalah:

a. Pangcalikan
Pangcalikan merupakan merupakan sebuah batu bertingkat-tingkat berwarna putih, serta berbentuk segi empat dan termasuk ke dalam golongan jenis yori. Dilihat dari namanya "Pangcalikan" mempunyai arti tempat duduk. Dipercaya, tempat ini adalah sebuah singgasana Raja Galuh.

b. Tempat sabung ayam
Tempat ini berada di sebelah selatan dari lokasi Sanghyang Bedil, yang berjarak sekitar lima meter dari pintu masuk. Situs ini berbentuk ruangan terbuka. Menurut masyarakat sekitar, tempat ini adalah tempat dimana terjadinya sabung ayam antara ayam milik Ciung Wanara dengan ayam Raja Bondan yang sekaligus tempat khusus untuk memilih raja yang dilakukan dengan cara demokratis.

c. Sanghyang Bedil
Sanghyang Bedil merupakan suatu ruangan tempat menyimpan senjata para prajurit kerajaan.

d. Cikahuripan
Cikahuripan merupakan sebuah sumur yang letaknya dekat dengan pertemuan antara dua sungai, yaitu Sungai Citanduy dan Sungai Cimuntur. Sumur Cikahuripan berisi air kehidupan, yang artinya air merupakan lambang kehidupan. Sumur ini merupakan sumur abadi karena airnya tidak pernah kering sepanjang tahun.

e. Batu lambang peribadatan
Batu lambang peribadatan merupakan sebagian dari kemuncak, tetapi ada juga yang menyebutnya sebagai fragmen candi, masyarakat menyebutnya sebagai stupa (kepala candi). Bentuknya pun indah karena dihiasi dengan pahatan-pahatan sederhana yang merupakan peninggalan Hindu. Dimana di tempat ini terdapat dua unsur budaya yang berlainan, yaitu dengan adanya kemuncak dan struktur tembok.

f. Panyandaan
Panyandaan ini terdiri atas sebuah menhir dan dolmen yang letaknya dikelilingi oleh batu bersusun. Menurut cerita setempat, tempat ini merupakan tempat dilahirkannya Ciung Wanara oleh Dewi Naganingrum, yang kemudian bayinya dibuang dan dihanyutkan ke Sungai Citanduy. Dan setelah melahirkan, Dewi Nilaningrum bersandar di tempat tersebut selama empat puluh hari yang bertujuan untuk memulihkan kesehatannya setelah melahirkan.

g.  Pamangkonan
Pamangkonan adalah sebuah batu yang fungsinya sebagai alat penyeleksian calon prajurit. Cara penyeleksian prajurit pada waktu itu dengan cara mengangkat/menggendong (Sunda = mangkon/mangku) batu tersebut. Dan hanya orang yang mempunyai kesaktian yang bisa mengangkat batu tersebut. Konon, batu ini katanya sangat berat apabila diangkat oleh orang awam.

h. Makam Adipati Panaekan
Makam ini merupakan batu yang berbentuk lingkaran yang bersusun tiga dan terdiri dari batu kali. Adipati Panaekan adalah raja Galuh Gara Tengah yang berpusat di Cineam dan mendapat gelar Adipati  dari Sultan Agung (Raja Mataram) yang  dibunuh oleh adik iparnya sendiri karena perebutan kekuasaan. Konon, jenazahnya dibuang ke Sungai Cimuntur. Setelah ditemukan  jenazahnya lalu dimakamkan di tempat tersebut.

h. Patimuan
Patimuan adalah tempat bertemunya Sungai Citanduy dengan Sungai Cimuntur. Menurut cerita turun temurun, di sinilah tempat ditemukannya (Sunda= nimu) bayi Ciung Wanara oleh Aki Balangantrang. Dimana pada waktu itu bayi tersebut dihanyutkan oleh ibunya, permaisuri Dewi Naganingrum. Tindakan tersebut dilakukan untuk menyelamatkan dari Raja Bondan yang akan membunuhnya untuk mendapatkan kekuasaan atas Galuh pada waktu itu.

Pantai Pangandaran
Setelah selesai mengunjungi situs Ciung Wanara, perjalanan dilanjutkan menuju Pantai Pangandaran. Tujuannya untuk mengeksplor keindahan pantai tersebut. Berhubung tim jelajah tiba di Pangandaran sudah menjelang malam hari, rombongan memilih untuk beristirahat di sebuah hotel yang tempatnya tidak jauh dari Pantai Barat Pangandaran.

Penutupan Kegiatan Jelajah Wisata Jabar
Kegiatan di sini sekaligus sebagai penutupan seluruh rangkaian Jelajah Wisata Jawa Barat Bersama Smartfren 4G LTE oleh pihak pelaksana, Bene Satria. Dalam sambutannya, Bene mengatakan rasa syukur dan berterima kasih atas lancarnya rangkaian acara jelajah wisata dari mulai rute satu sampai rute terakhir, yaitu rute empat.

“Saya bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh tim yang telah membantu suksesnya Jelajah Wisata Jawa Barat Bersama Smartfren 4G LTE. Dan saya berharap mudah-mudahan akan ada rute jelajah wisata berikutnya,” tutur pria yang biasa disapa Oom Ben ini.

Dan rangkaian acara jelajah wisata pamungkas pun ditutup secara resmi oleh pihak pelaksana. Pada kegiatan penutupan ini, disajikan hiburan untuk pelepas lelah dengan bernyanyi bersama di pinggir kolam renang yang ada di sekitaran tempat beristirahat. Sementara untuk menikmati keindahan Pantai Pangandaran dan menjajal sinyal Smartfren 4G LTE dilakukan keesokan harinya oleh seluruh peserta jelajah wisata.

Tonton videonya di sini