Wisata Jabar

Perjalanan Wisata Jarambah ke Tasikmalaya Selatan




Tasikmalaya, sebuah kota dengan sejuta pesona alam yang sayangnya masih belum dieksplor untuk destinasi wisata di Jawa Barat. Wisatawan mungkin hanya mengenal Tasikmalaya ini dengan wisata Gunung Galunggung, wisata kerajinan tangan, atau wisata kuliner yang banyak tersebar di daerah perkotaan Tasikmalaya. Padahal, jika dijelajahi lebih ke arah selatan, Tasikmalaya menyajikan keindahan alam yang sangat memesona.

Hal inilah yang kemudian memancing tim Wisata Jawa Barat untuk menjajal kawasan Tasikmalaya. Ya, kami melakukan perjalanan dengan konsep jarambah alias ngador. Semua tanpa dikonsep, yang penting bisa bertanya kepada penduduk tempat wisata mana yang layak disambangi di daerah sana. Lokasi yang disambangi adalah wilayah Cikatomas ke arah selatan. Ternyata, banyak keindahan masih alami yang dapat kita jumpai. Jika Anda ingin menjajal tempat-tempat wisata tersembunyi di Tasikmalaya selatan, bisa menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum

Jika menggunakan kendaraan umum bisa naik kendaraan yang berhenti di Terminal Tasikmalaya. Perjalanan kemudian dilanjutkan naik bus 3/4. Anda bisa menggunakan bus TKM atau bus Budiman versi sedang. Kebetulan tim kami menjajal perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Jalurnya lumayan asyik dengan penuh kelokan dan tanjakan. Sepanjang perjalanan banyak spot menarik untuk difoto, terutama keindahan persawahan dan perkebunan.

Curug Dengdeng yang Memesona
Dari Tasik kota ambil arah ke selatan menuju Cikatomas. Titik wisata di sini ada Curug Dengdeng. Curug ini terletak di Desa Cogreg, Kecamatan Cikatomas, Tasikmalaya,  Jawa Barat. Memiliki tiga tingkatan yang cukup lebar yang dialiri sungai Cikembang dari Gunung Raja di hulunya. Curugnya masih asri dan menyajikan pemandangan alam luar biasa di sekililingnya. Untuk mengetahui bagaimana keindahan curug ini, silakan cari di Instagram. Curug ini lagi ngehits.

Perjalanan masih berpuluh-puluh kilometer. Tim kami kemudian menuju ke kawasan Pancatengah. Eit, di sini ada tempat wisata aliran Sungai Cimedang dengan batu jasper. Namanya Taaman Jasper yang berada di Kampung Pasirgintung, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya. Tempat yang dahulu mungkin hanya dikenal kolektor batu mulia kini menjadi pusat perhatian geolog dan pemerhati lingkungan. Wow banget tempatnya. Pokoknya mantap, silakan datangi sendiri.

Berenang di Sungai Leuwihalang
Semakin ke kidul (selatan) perjalanan lumayan cukup melelahkan. Kami pun sekali-kali rehat dulu di warung-warung milik penduduk untuk sekadar makan dan ngopi. Penduduknya ramah-ramah. Entahlah nama-nama tempat yang kami sambangi apa namanya. Yang penting kami sudah sampai di daerah bernama Paseh. Kami ambil jalur kiri ke arah Leuwihalang. Di sana, kami berendam sejenak di sungai yang dibendung. Bebatuan tempat aliran sungai begitu indah. Kami pun malah ngojay (berenang) bareng anak-anak di sana. Kami memilih ngaso dulu di rumah penduduk dan sekalian minta dibuatkan masakan. Dan "bonusnya" sang empunya rumah menyuguhkan kami kelapa muda. Nikmaaat banget!

Beningnya Air Gua Cipatra
Dari informasi penduduk juga, katanya ada gua di daerah Cipatra. Kami pun menjajal ke sana. Perjalanannya tidak begitu jauh, sekitar 10 menit jalan kaki. Malah di sepanjang perjalanan, kami pun melihat dulu proses pembuatan gula aren yang dibikin penduduk setempat. Lalu kami menyambangi gua yang ada di daerah Cipatra. Wow, bening benar airnya. Air dari aliran gua mengalir ke sawah-sawah penduduk. Puaslah kami menikmati kejernihan dan kesejukan air di gua tersebut.

Kompleks Pemakaman Tonjong
Selanjutnya, kami pun diajak ke sebuah kompleks pemakaman di daerah Tonjong. Uniknya, di sini ada makam kembar yang salah satunya ada sarang rayap alias rinyuh. Menurut penduduk setempat, kedua makam tersebut adalah anak kembar Syeh Abdul Muhyi (Pamijahan). Kata penduduk, dulu sebelum mendapat petunjuk ke Pamijahan, Syeh sempat bermukim dan menikah dengan wanita di sini dan punya anak kembar.

Pemakaman ini terlihat resik dengan tersedianya akses jalan yang sudah disemen dan fasilitas lain seperti mushola. Katanya ini merupakan sumbangan dari para peziarah. Memang di sini biasa ramai diziarahi bahkan peziarah datang dari luar Tasik hingga luar Pulau Jawa. Di Tonjong ini pun kami rehat sejenak di sebuah masjid dimana di depannya ada sungai nan bening yang biasa dipakai untuk berwudlu.

Kisah-kisah perjalanan masih panjang. Nanti kami sambung lagi.