Wisata Jabar

Sambut Jalan Tembus Kamojang, Wisata Adventure Segera Berdiri



Pembangunan Jalan Lingkar Cukang Monteng membawa optimisme baru bagi masyarakat di sekitar jalan yang menuju ke objek wisata alam Kawah Kamojang, Kab. Bandung. Salah satu bentuk optimisme itu  antara lain ditunjukkan pemerintah Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kab. Bandung, yang berencana membangun wisata adventure di wilayahnya.

Pemerintah desa setempat tidak mau menyia-nyiakan potensi wisata di wilayahnya tidak tertata dan tidak berkontribusi bagi pendapatan asli daerah. Apalagi setelah pembangunan jalan tembus ke Kamojang selesai, wisatawan diperkirakan akan membanjiri kawasan wisata vulkanik Kawah Kamojang. Apalagi rencana pembangunan sirkuit adventure di lahan seluas tiga hektare ini didukung pengelola kawasan panas bumi ini, yaitu PT Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang.

Konsep Kampung Sunda
Menurut Sekretaris Desa Laksana, Saepul Rachman, Kamis (18/2/2016), sirkuit adventure ini dibangun dengan memanfaatkan lahan carik desa. Diharapkan pembangunan tempat wisata petualangan ini akan selesai dalam dua bulan ke depan.

Agar wisatawan semakin betah, imbuh Saepul, pihaknya juga akan membangun home stay atau kampung Sunda dan kolam rendam air panas. Sebanyak 20 unit home stay nantinya akan menjadi tempat menampung para wisatawan yang ingin lebih lama menikmati keindahan di sekitar akses jalan baru ke Kamojang.

Ia optimistis objek wisata di Desa Laksana ini akan menjadi favorit wisatawan. Apalagi setelah jalan tembus Kamojang dibangun, setiap hari banyak pengunjung yang ingin menikmati keindahan jalur ini.

Selain akan membangun objek wisata adventure, pihak Desa Laksana juga akan menggodok peraturan desa (perdes) menyambut dioperasikannya jalan tembus Kamojang yang disebut juga Jalan Lingkar Cukang Monteng sepanjang 2,4 kilometer ini. Peraturan desa ini dibuat untuk melindungi area sekitar jalan ini agar terjaga dari  warung dan bangunan liar yang akan membuat suasana di sekitarnya kumuh.

Geliat Ekonomi Masyarakat
Kehadiran objek wisata biasanya memang menggeliatkan kegiatan usaha dan membangkitkan ekonomi warga sekitar. Namun apabila hal itu tidak diatur dan tidak ditata, pada akhirnya akan melahirkan kesemrawutan dan kekumuhan yang bisa mengurangi nilai sebuah tempat wisata.

Seperti diketahui, Jalan Lingkar Cukang Monteng dibangun untuk memudahkan arus transportasi ke Kawah Kamojang atau ke wilayah Kota Garut, yang pada gilirannya akan semakin menggeliatkan ekonomi dan dunia wisata. Selama ini beratnya medan jalan yang harus dilalui memang menjadi salah satu kendala bagi para wisatawan untuk mendatangi kawah di kawasan yang dikelola PT Pertamina Geothermal Energy Kamojang ini.

Tanjakan Cukang Monteng yang terjal dengan kemiringan sampai 25 derajat selama ini memang sedikit banyak menyurutkan niat para pengunjung ke Kawah Kamojang melalui jalur Majalaya. Padahal, menuju Kamojang melalui rute ini relatif lebih dekat, yaitu sekitar 18 km dari Alun-alun Majalaya.

Selama ini para wisatawan lebih memilih jalan memutar melintasi Kab. Garut lebih dahulu melalui jalur Nagreg. Seperti diketahui, jarak dari Bandung ke Kota Garut sekitar 70 km, lalu dari Garut ke Kawah Kamojang sekitar 27 km. Jadi kalau dari Bandung menuju ke Kawah Kamojang melalui Garut, jarak yang harus ditaklukkan kurang lebih 97 kilometer.