Wisata Jabar

Pesona Keindahan Alam Tersembunyi di Curug Sanghyang Taraje, Garut





Folkor yang ada dalam masyarakat tradisional erat kaitannya dengan kondisi lingkungan alam. Salah satu bagian dari folklor adalah legenda. Legenda di Tatar Sunda yang terkenal adalah kisah Sangkurianng dan Dayang Sumbi. Di Bandung erat kaitannya dengan legenda terbentuknya Tangkuban Parahu, namun di Garut berkaitan dengan air terjun. Entah bagaimana kisah Sangkuriang dan Dayang Sumbi tersebut bisa "berkelana" hingga Garut. Dan lokasi wisata Curug Sanghyang Taraje menjadi saksi keberadaan cerita Sangkuriang versi Garut tersebut.

Kisah legenda
Menurut kepercayaan penduduk setempat, kono dahulu Curug Sanghyang Taraje digunakan oleh Sangkuriang sebagai tarajé (tangga) untuk naik ke langit. Sanghyang sendiri mengandung arti 'sesuatu/tempat yangg dianggap suci'. Kono zaman dulu kala, Sangkuriang akan mengambil bintang atas permintaan Dayang Sumbi. Selain "tangga" berupa air tersebut juga ada sebuah batu berbentuk tapak raksasa.

Batu raksasa tersebut dipercaya bekas tapak Sangkuriang tetapi jarang sekali orang yang dapat menemuinya. Ada juga batu yang ada di bawah tepat air terjun yang dipercaya sebagai tempat penyimpanan bintang (harta karun) Sangkuriang. Mitos tersebut ditambah lagi dengan adanya makhluk gaib berwujud belut raksasa dan seringkali dilihat oleh masyarakat yang kawénéhan (kebetulan melihat).

Namun dibalik cerita rakyat tersebut, Curug Sanghyang Taraje tetaplah menjadi objek wisata yang mengundang para petualang untuk menjajal tempat ini. Bagi para petualang alam sejati, tempat ini bisa menjadi bagian agenda perjalanan wisata Anda. Apalagi sekarang, para petualang tempat wisata yang masih tersembunyi mulai aktif untuk mencoba menjajal kawasan wisata yang eksotis. Dan Garut bisa menjadi tujuan utama dimana tempat wisata seperti Curug Sanghyang Taraje bisa lebih dieksplor dan diekspos di media sosial.

Curug ini terletak di Desa Pakenjeng Kecamatan Pamulihan Garut. Nama lain air terjun ini adalah Curug Kembar, begitu biasa penduduk setempat menyebutnya. Disebut kembar karena di situ ada dua pasang air terjun yang mirip tiang tangga. Dibentuk oleh dua air terjun berdampingan dimana tingginya sekitar 90 meter, curug ini merupakan curug tertinggi yang ada di Kabupaten Garut. Aliran air yang jatuh ke bawah sungguh memesona. Curug Sanghyang Taraje adalah air terjun yang berada di ketinggian 660 mdpl dengan ketinggian air terjunnya yaitu 82m.

Akses ke Curug Sanghyang Taraje
Salah satu penyebab kenapa curug ini kurang terekspos adalah jalan untuk menuju ke Sanghyang Taraje masih cukup sulit untuk dijangkau kendaraan. Curug ini memang letaknya berada jauh di pelosok perbukitan. Untuk itu perlu perjuangan ekstra jika para pengunjung ingin ke tempat yang potensial menjadi wisata trending di Kota Dodol ini. Namun, saat Anda mencapai tempat ini akan langsung terobati dengan hijaunya pepohonan juga gemuruh suara air terjun yang membawa sensasi tersendiri. Jika "beruntung" Anda pun bisa menyaksikan pelangi yang menghias air terjun.

Anda bisa berangkat menggunakan motor dari arah Pamulihan atau dari arah Jati, Kecamatan Pakenjeng. Berjarak 3,2 km dari kecamatan atau 47 km.dari pusat kota Garut. Jika menggunakan mobil, dari Bandung langsung keluar tol Cileunyi - Nagreg - Garut. Atau bisa melalui jalur alternatif ke Jalan Cijapati keluar Leles langsung ke Garut kota. Untuk kendaraan umum bisa menggunakan elf atau bus jurusan ke Garut. Dari Garut naik elf ke Bungbulang ambil arah menuju Cisandaan dan diteruskan dengan ojek menuju lokasi air terjun. Dari pos masuk ke curug ditempuh kurang lebih 10 menitan.

Rute lain yang bisa ditempuh dari Garut ke selatan, yakni arah Cikajang, di pertigaan Cikajang belok kanan. Anda akan ke arah Kawah Papandayan kemudian belok kanan lagi kemudian ke Curug Orok (PTPN VIII). Lanjutkan perjalanan ke selatan dan belok kanan di pertigaan Pakenjeng. Di kawasan ini ada Curug Utang, Curug Sanghyang Santen, dan Curug Sanghyang Taraje.

Curug Utang dan Sanghyang Santen hanya bisa dilalui dengan berjalan menembus hutan dan turun ke jurang. Adapun ke Curug Sanghyang Taraje jalannya naik turun dan hanya bisa dilalui sepeda motor. Adapun dari Cipanas ke Sanghyang Taraje berjarak sekitar 1,5 jam dengan menggunakan roda dua.