Wisata Jabar

Batu Luhur, Ikon Agrowisata Majalengka yang Eksotis




Sekitar 22 kilometer dari Kota Majalengka, terdapat satu objek wisata eksotis berbatu di bawah "pengawasan" Gunung Ciremai yang menjulang tinggi. Itulah objek wisata Batu Luhur yang terletak di Desa Jerukleueut, Kec. Sindangwangi.

Di lahan seluas 5 hektare, Batu Luhur merupakan objek wisata agro di sekitar batu-batu alam yang besar dan tinggi alias luhur. Batu luhur menawarkan paket wisata agro yang juga edukatif, karena juga menawarkan pendidikan serta pesantren.

Batu Luhur pun menonjolkan potensi alam bebatuan dengan hasil bumi berupa tanaman hortikultura. Agar semakin menarik wisatawan, di Batu Luhur pun dikembangkan beberapa aktivitas wisata lainnya, seperti outbound, berkemah, kegiatan rohani (pesantren), bercocok tanam, mengenali beragam jenis  bambu, memelihara domba, berlatih search and rescue, dan berburu. Pengelola Batu luhur, yaitu CV Sindangwangi Agro juga menawarkan paket wisata lainnya selain agrowisata, yaitu mengunjungi Talaga Herang dan Situ Cikuda.

Potensi Objek Wisata Andalan
Objek wisata Batu Luhur bisa dicapai dari kantor Kec. Sindangwangi dengan menempuh jalan yang terus menanjak kira-kira 1 kilometer, sampai ke perbatasan Desa Padaherang. Jalur lainnya bisa ditempuh melalui jalan Desa Jerukleueut.

Begitu sampai, Anda dipastikan terpesona dengan pemandangan bebatuan yang terbentuk secara alamiah dengan latar gunung tertinggi di Provinsi Jawa Barat, yaitu Gunung Ciremai. Tak mengherankan bila Batu Luhur disebut-sebut sebagai calon objek wisata andalan Pemerintah Kabupaten Majalengka di masa mendatang.

Saat ini memang namanya masih sayup-sayup sampai dan barangkali nyaris tidak masuk dalam daftar objek wisata yang bisa dikunjungi para wisatawan. Namun bila ditata secara profesional dan berkesinambungan dan melibatkan semua pihak, dipadukan dengan pemasaran yang rapi dan intensif, bukan tidak mungkin Batu Luhur menyeruak menjadi objek wisata yang mendapat tempat di hati masyarakat. Apalagi bila pembangunan Bandara Internasional Kertajati Majalengka selesai, maka dipastikan Majalengka akan dibanjiri wisatawan dari dalam dan luar negeri.

Peluang Adanya Bandara Internasional
Tak hanya itu, selain membangun bandara yang diperkirakan akan mampu menampung penumpang hingga 5-6 juta orang per tahun, pemerintah juga akan membangun pusat-pusat kegiatan ekonomi di sekitarnya, sehingga Majalengka akan mengalami perkembangan pesat, termasuk di dunia pariwisata. Sekarang tinggal bagaimana pemerintah daerah menangkap peluang-peluang tersebut dan menata titik-titik potensial yang bisa dijual kepada para pelancong.

Dari Bandara Internasional Kertajati, pemerintah daerah harus mempu menggiring wisatawan membanjiri kawasan-kawasan wisata Majalengka, salah satunya Batu Luhur, sebagai salah satu ikon wisata agro. Wisatawan asing, terutama dari Eropa dan Amerika Utara, yang sudah jenuh dengan kehidupan modern, dipastikan akan antusias dan menyukai pengalaman agrowisata seperti memetik buah-buahan dan memberi makan ternak.

Mereka akan memiliki kesan mendalam dengan mencoba buah yang tidak terdapat di negaranya, seperti buah durian yang beraroma menyengat dan unik. Objek wisata Batu Luhur dikengkapi seperti musala, arena bermain anak seperti flying fox dan teropong bintang, tempat penjualan cenderamata, tempat penjualan buah-buahan, restoran, toilet, dan tempat pelatihan. Pengelola wisata Batu Luhur juga membangun vila di dekat Situ Cikuda yang berudara sejuk sebagai tempat peristirahatan.