Wisata Jabar

Potensi Ekspor Produk Kuliner Jawa Barat ke Luar Negeri




Rakyat Indonesia, khususnya warga Jawa Barat, tak perlu minder dengan kuliner dalam negeri saat berhadapan dengan produk dari luar. Banyak produk makanan milik Indonesia justru digemari orang asing sehingga menjadi peluang besar untuk perekonomian masyarakat dan memberikan sumbangsih bagi negara berupa devisa. Salah satu bukti diminatinya produk makanan dalam negeri adalah antusiasme investor Belgia untuk menggelontorkan modalnya untuk kuliner Indonesia.

Alih-alih melirik industri besar dalam bidang manufaktur dan infrastruktur, 200 pengusaha Belgia yang dijadwalkan akan menyertai Putri Astrid Josephine ke Jawa Barat, Maret 2016 mendatang, justru melirik gula aren, abon, keripik pisang, dan lada hitam. Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Jln. Diponegoro Bandung, Jumat (22/1/2016).

Menurut Aher, memenuhi permintaan pengusaha Belgia itu tentu merupakan peluang besar bagi usaha kecil menengah (UKM). Apalagi bahan baku untuk gula aren dan keripik pisang sangat berlimpah di Jawa Barat. Oleh karena itu, pihaknya akan membantu para pelaku UKM untuk meningkatkan kapasitas produksi demi memenuhi permintaan investor.

Yang menjadi masalah, imbuh Aher, memenuhi permintaan abon, karena saat ini harga daging sapi sedang melambung tinggi. Apalagi sejak diberlakukannya PPN 10 persen untuk daging sapi, sehingga kini harganya mencapai Rp 120.000 per kilogram.

Perkenalkan BIJB
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jabar, Rosmaya Hadi yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina WJI, mengatakan, selain menggelar beberapa kegiatan seperti West Java Summit, juga akan digelar culture night yang menampilkan budaya dan potensi pariwisata.

Kemudian dilanjutkan dengan business matching forum dengan para investor dari Belgia. Sejumlah bisnis yang akan dibidik antara lain perdagangan, pariwisata, industri, manufaktur, dan infrastruktur. Kesempatan ini juga akan digunakan untuk memperkenalkan dan menawarkan investasi di megaproyek yang baru diresmikan Presiden Jokowi, Kamis (21/1/2016) lalu, yaitu pengembangan kota baru atau aerocity di area Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.