Wisata Jabar

Groundbreaking Kereta Cepat Dilakukan Presiden Jokowi



Gairah dan optimisme wacana pembangunan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung yang menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini, akan menemui realisasinya hari ini, Kamis (21/1/2016), dengan dilakukannya  groundbreaking  atau peletakan batu  pertama  oleh  orang nomor  satu di negeri ini, Presiden Joko Widodo di Kec.  Cikalong Wetan,  Kab.  Bandung Barat (KBB).

Kepastian  hadirnya  Presiden dalam dibukanya pembangunan jalur kereta cepat ini dikonfirmasikan kepastiannya oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan,  Rabu (20/1/206). Presiden  Jokowi dan istri, Ny. Iriana  Joko  Widodo dijadwalkan tiba  di kawasan PTPN VIII, Kecamatan Cikalong Wetan, sekitar pukul 09.00 WIB.

Menurut  Aher,  segala  persiapan  untuk  memuluskan  pembangunan kereta cepat ini sudah dilakukan. Antara lain  pemberian izin dan rekomendasi   penggunaan   kawasan  hutan  yang selesai Senin (18/1/2016) sore.

Sarana Transpoortasi Terintegrasi
Optimisme memang terasa meruap dalam pembangunan moda transportasi baru yang membentang sepanjang 142 km dari Jakarta ke  Bandung ini. Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota yang akan bersinggungan  dengan proyek ini sudah melakukan persiapan  dalam menyambut  proyek pembangunan yang akan menghabiskan anggaran  Rp 70 triliun ini.

Di  antaranya  dengan  membangun sarana  transportasi  yang  akan terintegrasi  dengan  kereta cepat ini, seperti mass  rapid transit  (MRT) di kawasan Bandung Raya dan  light  rail transit (LRT) Jabodetabek. Sistem transportasi yang  terintegrasi  ini diharapkan mampu mengatasi persoalan  transportasi di kawasan Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi) dan Bandung.

Optimisme dari pembangunan kereta cepat ini antara lain dirasakan Pemerintah Kabupaten Bandung. Apalagi kawasan Tegalluar,  Kecamatan Bojongsoang, Kab. Bandung nantinya merupakan titik akhir dari kereta  yang mampu melesat hingga lebih dari 300 km/jam ini.  Hal itu  sangat strategis bagi pembangunan Kota Baru Tegalluar.  Pembangunan  fasilitas dan infrastruktur diperkirakan akan  membawa dampak positif bagi masyarakat setempat dan meningkatkan  pertumbuhan  ekonomi. Apalagi kereta cepat ini  pasti  akan  digunakan wisatawan  untuk  menikmatik  keindahan di kawasan  Bandung  dan sekitarnya.

Meski  banyak yang menyambut baik pembangunan kereta  cepat  ini, namun  bukan berarti tidak ada suara-suara kritis. Salah  satunya dilontarkan  Ketua  Komite Percepatan  Pembangunan  Kab. Bandung Barat  (KPP-KBB), Ade Ratmaja yang meminta  pemerintah  memenuhi semua  regulasi yang disyaratkan.

Menurutnya, pembanguna high speed train Jakarta-Bandung ini terlalu dipaksakan karena analisis mengenai dampak lingkungan (amdal)  masih  dalam proses. Ia juga menyoroti  belum  keluarnya izin prinsip dan trasenya tidak sesuai dengan rencana tata  ruang wilayah  (RTRW) daerah-daerah yang bakal dilintasi.  Pemerintah juga  diminta  cermat dan hati-hati dalam  menyelesaikan masalah lahan masyarakat yang dilintasi kereta cepat ini.

Hal lainnya yang belum rampung sepenuhnya, seperti yang diungkapkan  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti  Nurbaya,  yang menyatakan  ada  beberapa dokumen, terutama mengenai  amdal yang sedang direvisi karena izin amdal dari konsorsium proyek tersebut masih terlalu sederhana.

PersiapanRencana kedatangan Presiden Jokowi sudah diantisipasi  Pemerintah Kecamatan  Cikalong Wetan dengan melakukan  berbagai  persiapan. ntara  lain  dengan mendirikan tenda di lokasi  yang rencananya akan dijadikan Stasiun Walini. Menurut Camat Cikalong Wetan, Bambang Supriyono, rencana  kedatangan  Presiden Jokowi sudah A-1 (pasti). Karena itu, pihaknya  pun memperbaiki akses jalan menujku lokasi acara.