Wisata Jabar

Lingkar Luar Cukang Monteng, Jalur Pilihan Bandung Selatan - Garut




Pada tahun 2016, Kawah Kamojang berpotensi menjadi objek wisata favorit wisatawan dan semakin dibanjiri pengunjung. Selain karena memiliki pesona eksotis dengan beberapa kawahnya yang unik, Kawah Kamojang juga akan semakin menyedot perhatian karena infrastruktur jalan ke daerah tersebut terus dibenahi Pemerintah Kabupaten Bandung.

Ya, setelah melakukan groundbreaking proyek jalan tembus Kamojang pada 17 Maret 2015 lalu, Pemkab Bandung selama sekitar sembilan bulan terus menggenjot pembangunan jalan yang disebut Jalan Lingkar Cukang Monteng itu. Diperkirakan pembangunan jalan tersebut selesai sesuai target, yakni Desember 2015 ini.

Selain memudahkan perjalanan ke Kawah Kamojang atau ke Kota Garut, jalan lingkar ini pun memiliki pemandangan yang juga memesona. Sehingga bila melalui jalur ini, wisatawan akan disuguhi pemandangan nan indah ke arah Majalaya. Di jalur ini pun dibangun jembatan Cukang Monteng sepanjang 100 meter. Untuk semakin memanjakan wisatawan, lift akan dibangun di sekitar jembatan, sehingga masyarakat bisa menikmati keindahan alam sekitarnya dari ketinggian.

Meski demikian, pengadaan lift ini masih dalam pertimbangan karena daerah Cukang Monteng merupakan daerah bertanah keras yang tidak memungkinkan untuk menancapkan fondasi lift yang membutuhkan sekitar 20 meter. Selain itu, daerah ini pun merupakan rawan gempa sehingga cukup berbahaya.

Menurut Bupati Bandung, Dadang M. Naser, Senin (14/12/2015), saat meninjau pembangunan jalan tembus Kamojang, lokasi pembangunan lift yang semula bersatu dengan jembatan akan dipindahkan. Lift ini dipesan dan dibeli dari Cina.

Dadang optimistis jalan tembus Kamojang sepanjang 2,4 km dengan biaya pembangunan lebih dari Rp 80 miliar ini akan  menjadi ikon baru Kab. Bandung. Ia juga berharap dengan adanya pembangunan jalan ini, kawasan wisata Kamojang bisa dikelola Pemkab Bandung.

Memudahkan Lewat Jalur Majalaya
Jalan Lingkar Cukang Monteng memang sangat diperlukan untuk memudahkan arus transportasi yang pada gilirannya akan semakin menggeliatkan ekonomi dan dunia wisata. Selama ini beratnya medan jalan yang harus dilalui memang menjadi salah satu kendala bagi para wisatawan untuk mendatangi kawah di kawasan yang dikelola PT Pertamina Geothermal Energy Kamojang ini.

Tanjakan Cukang Monteng yang terjal dengan kemiringan sampai 25 derajat selama ini memang sedikit banyak menyurutkan niat para pengunjung ke Kawah Kamojang melalui jalur Majalaya. Padahal, menuju Kamojang melalui rute ini relatif lebih dekat, yaitu sekitar 18 km dari Alun-alun Majalaya.

Selama ini mereka lebih memilih jalan memutar melintasi Kab. Garut lebih dahulu melalui jalur Nagreg. Seperti diketahui, jarak dari Bandung ke Kota Garut sekitar 70 km, lalu dari Garut ke Kawah Kamojang sekitar 27 km. Jadi kalau dari Bandung menuju ke Kawah Kamojang melalui Garut, jarak yang harus ditaklukkan kurang lebih 97 kilometer.

Pembangunan jalan tembus ini memang membangkitkan gairah baru peningkatan dunia pariwisata. Kamojang yang  berada di kaki Gunung  Guntur dan memiliki  belasan kawah,  antara lain Kawah Manuk, Kawah Kereta,  Kawah  Cibuliran, dan  Kawah Hujan dipastikan akan menjadi daya tarik utama.

Di kawasan ini pun terdapat Danau Ciharus yang juga potensial untuk dikembangkan. tak hanya dunia pariwisata yang diuntungkan, pembangunan jalan Lingkar Cukang Monteng ini pun akan menjadi jalur alternatif saat arus mudik dan balik Lebaran, sehingga bisa mengurangi antrean kendaraan di sekitar jalur Nagreg.