Wisata Jabar

Inilah Kuliner Tradisional Jawa Barat yang Cocok Dinikmati Saat Musim Hujan




"November Rain" itulah lagu dari Gun's n Roses sekaligus juga cocok menggambarkan cuaca pada bulan ke-11 ini. Setelah kemarau lumayan lama menerpa beberapa daerah, pada bulan November hujan pun mulai turun. Khusus di beberapa derah di Jawa Barat musim penghujan ini dibarengi dengan dinginnya hawa. Urusan dingin ini, bagi urang Sunda berpadu pada dengan urusan kuliner. Apalagi jika hawa dingin itu menyergap pada malam hari.

Ragam kuliner makanan dan minuman sepertinya menjadi kebutuhan khusus di musim penghujan ini. Makanan dan minuman itu lebih pada yang serba hangat. Ini biasanya ampuh buat mengusir dingin di tubuh kita. Untuk sumber makanan dan minuman, kita bisa mencarinya di tukang penjual makanan keliling, warung makan, restoran, atau di hotel tempat Anda menginap. Jika Anda punya kemampua memasak, bisa juga coba membuatnya sendiri.
Berikut ini beberapa kuliner makanan dan minuman khas Jawa Barat yang cocok dinikmati pas musim penghujan.

1. Minuman Bandrek
Bandrek merupakan minuman tradisional orang Sunda dari Jawa Barat, Indonesia. Minuman ini biasa diseruput untuk meningkatkan kehangatan tubuh. Minuman ini biasanya dihidangkan pada cuaca dingin, seperti di kala hujan ataupun malam hari. Bahan dasar bandrek: jahe dan gula merah, tetapi pada daerah tertentu biasanya menambahkan rempah-rempah tersendiri untuk memperkuat efek hangat yang diberikan bandrék, seperti serai, merica, pandan, telur ayam kampung, dan sebagainya

Susu juga dapat ditambahkan tergantung dari selera penyajian. Di Bandung, biasanya penjual menambahkan sejumput kerukan kelapa untuk menambah cita rasa dari Bandrek tersebut. Bandrek biasa dikonsumsi bersama kacang rebus, ubi jalar rebus, dan juga gorengan.

2. Minuman Bajigur
Bajigur adalah minuman tradisional khas masyarakat Sunda dari daerah Jawa Barat, Indonesia. Bahan utamanya adalah gula aren dan santan. Untuk menambah kenikmatan dicampurkan pula sedikit jahe, garam, dan bubuk vanili.

Minuman yang disajikan hangat ini biasa dijajakan bersama Bandrek, kacang rebus, ubi rebus, klepon, dan lain sebagainya dalam satu gerobak. Dalam penyajiannya, kadangkala ditambah dengan sedikit kolang-kaling (cangkaleng = Bahasa Sunda) yang diiris tipis. Bajigur paling pas untuk dinikmati kala hujan ataupun cuaca dingin.

3. Surabi
Adalah jajanan pasar tradisional dimana ada yang rasa manis (diguyur kinca) dan surabi asin (biasa dengan taburan oncom dan topping lainnya). Makanan berbahan dasar tepung ini biasa dijajakan di pagi hari atau malam hari di pasar-pasar atau di pinggir jalan. Surabi dimasak menggunakan tungku sehingga menghasilkan rasa yang khas. Kini banyak pelaku usaha kuliner yan berinovasi dengan menambahkan berbagai topping seperti sosis, cokelat, keju, mayones, dan lainnya.

4. Bandros
Ini merupakan kue tradisional dengan bahan campuran tepung beras, kelapa parut dan santan. Kue ini ada pula yang dihidangkan dengan taburan gula pasir. Bentuk kue ini mirip dengan kue pukis karena memang di cetak pada cetakan yang serupa, yakni cetakan yang berbentuk setengah lingkaran dan berjejer cukup banyak. Bandros biasanya disajikan bersamaan dengan teh manis atau kopi.

5. Awug
Inilah makanan manis khas Sunda terbuat dari tepung beras, gula merah dan juga kelapa (parut). Penyajiannya seperti tumpeng berbentuk gunung yang lancip berwarna putih dan cokelat. Anda bisa membeli utuh atau secara potongan. Makanan ini cocok dimakan saat malam hari saat dingin menyergap.

6. Colenak
Makanan yang mengandung arti dicocol enak ini dibuat dari peuyeum (tapai singkong) yang dibakar yang disantap dengan dicocolkan pada gula jawa cair yang dicampur dengan serutan kelapa. Ada juga yang langsung diguyur dengan cairan gula. Kudapan ini berasal dari Bandung yang dikenalkan oleh Aki Murdi pada tahun 1930. Lokasi penjualannya ada di Jalan Ahmad Yani (Cicadas).