Wisata Jabar

Ciletuh Geopark Festival Mengangkat Potensi Wisata Batuan Tertua




Dalam upaya menjadikan Geopark Ciletuh sebagai tujuan wisata favorit, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggelar "Ciletuh Geopark Festival 2015: Exploring Ciletuh", Sabtu (14/11/2015), yang dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar.  Dilanjutkan dengan show dua pengendara paramotor mengelilingi kawasan pesisir Pantai Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi di atas ketinggian kurang lebih 50 meter.

Ada dua potensi yang coba diangkat dalam festival ini. Potensi budaya merupakan produk budaya seperti kesenian dan situs yang bisa memperkuat pariwisata. Sementara potensi alam adalah apa yang tersaji di Geopark Ciletuh yang merupakan anugerah dari Yang Mahakuasa.

Rangkaian acara ditampilkan dalam festival ini merupakan perpaduan seni dan budaya, antara lain helaran budaya pajampangan, rampak lodong, dan panggung hiburan rakyat. Ada juga atraksi paralayang, atraksi panjat tebing, atraksi susur pantai, dan terakhir aksi sadar wisata dan penanaman pohon kepuh, Minggu (15/11/2015).

Diramaikan Berbagai Komunitas
Komunitas paralayang, komunitas panjat tebing, komunitas susur pantai, komunitas pencinta budaya, dan komunitas pencinta alam turut meramaikan acara ini dan menunjukkan kebolehannya masing-masing. Seperti telah kita ketahui, Ciletuh merupakan teluk yang terletak di pantai barat daya Sukabumi. Inilah amfiteater raksasa yang menyajikan pergelaran alam, dengan puncak tebing tertinggi 360 meter, dengan bentangan panjang 12 km dan lebar 7 km. Tempat ini menjadi rumah bagi delapan air terjun, di antaranya Curug Awang, Curug Marinjung, Curug Sodong, dan Curug Manik Maya.

Secara geologis, batuan di kawasan ini berusia 50 - 65 juta tahun dan merupakan batuan tertua di Jawa Barat yang tersingkap ke permukaan. Kumpulan batuannya campur aduk (batuan bancuh) berupa batuan beku, mulai dari yang bersifat asam sampai ultra basa yang berdampingan secara tektonik. Geopark Ciletuh memiliki kekayaan alam berupa keragaman geologi, keragaman hayati, serta keragaman budaya.

Geopark Nasional
Pemprov Jabar akan mengajukan Geopark Ciletuh menjadi geopark nasional. Rencananya pada tahun 2017, Geopark Ciletuh juga akan diajukan ke UNESCO untuk menjadi Geopark Global Network. Agar rencana tersebut terwujud, tentu saja pemerintah harus menjadikan kawasan ini sebagai objek wisata yang memadai dengan membangun infrastruktur pendukung. Seperti memperbaiki akses jalan yang rusak dan membangun bandara. "Insya Allah, bulan April tahun depan, akses jalan masuk ke Ciletuh sudah selesai sampai Puncak Darma. Kita pun sudah merancang Bandara Citarate," ungkap Wakil Gubernur.