Wisata Jabar

Foto-Foto dan Biodata Kang Ica Pemeran Pipit/Firmansyah Pitra di Sinetron Preman Pensiun





Sosok Kang Pipit di Preman Pensiun 2 makin lucu kelakuannya. Rekan satu tim dengan Murad dan Dikdik di divisi preman jalanan ini punya karakter khas nan menggelitik dan pemikirannya yang loadingnya lemot minta ampun. Baginya, makan dan makan adalah kebiasaannya. Kadang seperti anak kecil, ia merengek kepada Murad untuk dibelikan makanan. Maka, Murad pun kerap kali terlihat seperti bapak yang sedang mengasuh anaknya. Di balik kegarangan tampilannya yakni dengan pakaian serba hitam dan tatto di tangannya, Kang Pipit merupakan sosok preman yang berbanding terbalik dengan realita preman di kehidupan nyata.

Sosok Kang Mus sendiri sampai tidak suka dengan nama panggilan preman yang satu ini: Pipit. Seperti nama anak perempuan. Maka, Kang Mus sendiri lebih suka mendengar nama panggilan asli Kang Pipit yakni: Firmansyah Pitra. Pipit adalah sosok preman yang asyik dengan sudut pandangnya sendiri. Maka, ketidakanyambungan dengan lawan bicara adalah gimmick yang berhasil diperankan oleh Kang Ica.  Saat tim www.wisatajabar.com bertemu beberapa kali dengan Kang Ica, memang pemeran Pipit itu gaya bicaranya tak jauh beda dengan perannya di Preman Pensiun.

Bukan hanya gaya bicara, tingkah lakunya pun saat berfoto bersama penggemar memang lucu. Ia akan memasang gaya bak ABG alay dengan memiringkan badan, telunjuk kiri kanan di pipi, plus senyum manisnya yang begitu menggoda. Jauh sekali dengan kehidupan aslinya yang berprofesi sebagai security dan bodyguard di salah satu security service di Kota Bandung. Sementara peran mainnya dengan Kang Deny (pemeran Murad), Kang Ica memang tak kagok lagi.

Keduanya memang biasa kerja tandem di tempat kini mereka bekerja. Gaya Kang Deny memang super serius dalam kehidupan aslinya pun. Contohnya dalam gaya bicara pun, Kang Murad memang terkesan datar dan mimik serius. Inilah yang membikin sinetron ini tambah lucu, dimana Kang Murad yang super serius dihadapkan dengan Kang Ica yang ngomong dan tingkah laku kumaha aing alias semau gue.

Misalnya, Kang Murad kerap dibuat kesal karena kebiasaan Kang Pipit yang makannya banyak, sering, dan selalu tergesa-gesa. Perut Kang Pipit seakan karung goni yang tak pernah penuh diisi. Belum lagi kalau kebiasaan Kang Pipit yang sering sakit perut akibat hobi makannya yang tak ketulungan tersebut.